Kepri Siap Terima Kunjungan Wisman dari Singapura

0

ihgma.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali menyatakan siap membuka pariwisata antara Indonesia dan Singapura, baik dengan menerapkan Vaccinated Travel Lane (VTL) maupun Travel Corridor Arrangement (TCA).

Asisten II Setdaprov Kepri, Syamsul Bahrum, berharap VTL atau TCA dapat segera direalisasikan demi mendongkrak pemulihan ekonomi Provinsi Kepri. Dimana persiapan telah dilakukan selama lebih kurang setahun, namun penerapannya selalu tertunda dikarenakan berbagai kendala.

“Baik peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan maupun perbedaan aturan-aturan di kedua negara yang harus disepakati kedua belah pihak terlebih dahulu,” ungkapnya dalam Video Conference Update Perkembangan Rencana Penerapan VTL-TCA antara Indonesia-Singapura yang diselenggarakan Kemenko Perekonomian RI, Jumat (7/1).

Ia melanjutkan, perkembangan terkini vaksinasi di Kepri sangat baik dengan menduduki peringkat pertama se-Indonesia di luar Jawa dan Bali menjadikan persiapan lebih maksimal.

Sejumlah wisatawan mancanegara tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura sebelum pandemi
Sejumlah wisatawan mancanegara tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura sebelum pandemi. Foto: Ismail/kepripedia.com

 

“Selain itu kawasan Lagoi juga sudah sangat siap. Baik dari tingkat vaksinasi pekerja dan masyarakat, maupun kesiapan-kesiapan teknis di lapangan” ungkapnya.

Asisten Deputi Penguatan Daya Saing Kawasan Kemenko Perekonomian, Kartika Listriana, menyampaikan bahwa tujuan rapat koordinasi ini adalah sebagai sarana mendapatkan informasi update progress rencana kebijakan travel bubble. Sebagai bahan untuk rapat terbatas Kemenko Perekonomian yang akan datang.

“Rencana travel bubble Indonesia-Singapura sudah sampai tahap mana, kira-kira apa saja yang perlu didorong percepatannya, juga kemungkinan kebijakan yang harus dikeluarkan pemerintah” kata Kartika.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk SIngapura, Suryopratomo mengemukakan permasalahan utama dalam upaya penerapan VTL antara Indonesia dan Singapura adalah rezim karantina dan rezim visa. Dimana pelaku perjalanan dari negara-negara yang menerapkan VTL dengan Singapura yang masuk tidak perlu dikarantina dan tidak harus membayar visa.

“Sementara itu di Indonesia bagi pelaku perjalanan yang masuk masih harus dikarantina, belum lagi masalah visa. Ini yang membuat tidak balance, sehingga harus didudukkan permasalahannya,” katanya.

Untuk diketahui, VTL merupakan skema wisatawan dari negara-negara yang telah ditentukan bisa masuk tanpa karantina dengan syarat sudah menjalani vaksinasi lengkap. Selain itu syarat lainnya adalah menunjukkan hasil tes PCR atau tes Antigen-Rapid Test (ART) dengan hasil negatif yang telah dilakukan dalam waktu 2 hari sebelum keberangkatan ke Singapura dan melakukan tes PCR saat tiba di Singapura.

Kemudian memiliki asuransi COVID-19 untuk pelancong yang datang untuk kunjungan jangka pendek (short term visitor) dengan nilai tanggungan 30 ribu dolar Singapura. Lalu pelaku perjalanan juga diminta melakukan dua kali Rapid Tes Antigen (RTA) COVID-19 pada hari ke-3 dan hari ke-7.

Kedatangan mereka juga diwajibkan melakukan tes Antigen Rapid secara mandiri dengan alat tes yang dibeli sendiri pada hari ke 2, 4, 5, dan 6 selama tinggal di Singapura dan wajib melaporkannya secara online.

Namun, saat ini Pemerintah Singapura memutuskan untuk menutup sementara layanan VTL Hal ini dilakukan untuk mengekang infeksi varian Omicron yang sudah masuk ke negara itu. Kebijakan tersebut akan dievaluasi pada tanggal 20 Januari mendatang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.