Kenalilah 10 Kualitas Diri yang Dibentuk dari Kritikan Masa Lalu

0

ihgma.com, Denpasar – Seorang Talent and Culture Analysts serta  Hospitality Trainer, Dede Ari Gunawan menegaskan bahwa masa lalu itu tetap penting bagi seseorang. Bahkan menurut Dede,  orang yang sering dikritik dengan keras bahkan cenderung kasar seringkali mampu melahirkan bahkan  mengembangkan 10 kualitas ini dalam dirinya.

Setiap orang membawa gema masa lalu mereka, beberapa lebih keras daripada yang lain.

Kita semua tahu bahwa pengalaman masa lalu kita dapat memiliki dampak yang bertahan lama pada kehidupan kita.

Anda mungkin mengingat masa dimana Anda memdapatkan serangkaian kata-kata kasar dan kritik tanpa henti, yang membayangi ingatan Anda yang seharusnya cerah.

Dampak dari kritik yang terus – menerus selama berhari-hari, dan seterusnya, bisa sangat luas, secara halus membentuk pribadi Anda sebagai orang yang kuat.

Sungguh menarik untuk mengeksplorasi bagaimana masa lalu kita membentuk diri kita, yang secara halus membentuk10 kualitas yang sering ditemukan pada orang yang sering dikritik saat masih anak-anak.

Jika sifat-sifat ini terasa familiar, mungkin inilah saatnya untuk mengakui jejak tak terlihat yang ditinggalkan oleh masa lalu Anda. Simak 10 kualitas di bawah ini.

1) Resilience

Ironisnya, kritik yang konsisten yang dihadapi selama masa menjalani kehidupan sering kali dapat menempa kekuatan yang tidak terduga: ketangguhan.

Meskipun mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, namun mereka yang mengalami kritik terus-menerus cenderung mengembangkan ketangguhan tertentu.

Hal ini seperti mengembangkan otot mental yang memungkinkan mereka untuk mengatasi kesulitan secara efektif.

Orang-orang ini mungkin menunjukkan kemampuan yang mengesankan untuk bangkit kembali dari kemunduran dan tantangan.

Pengalaman masa lalu mereka telah mempersiapkan mereka untuk menghadapi kritik dan kesulitan, yang secara tidak sengaja membantu membangun kulit yang lebih tebal dan membuat mereka lebih tangguh daripada kebanyakan orang.

Ketangguhan ini bukan berarti kebal terhadap rasa sakit atau tidak terpengaruh oleh kegagalan, tetapi tentang bagaimana belajar untuk pulih dan bangkit kembali, menjadi lebih kuat setiap saat.

Jika Anda mengidentifikasi diri Anda dengan sifat ini, penting untuk diingat bahwa kualitas ini bukanlah pembenaran atas kritik yang Anda hadapi.

Ini hanyalah sebuah hikmah, sebuah bukti dari kemampuan Anda untuk beradaptasi dan bertahan dalam kesulitan.

Bukan kritik yang membuat Anda kuat, tetapi kemampuan Anda untuk mengatasinya.

2) Empati

Dalam sebuah putaran takdir, mereka yang sering dikritik pada masa lalu mereka, sering kali mengembangkan rasa empati yang tinggi.

Hal ini lebih dari sekadar kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan dengan orang lain.

Ini adalah tentang memiliki pemahaman intuitif tentang apa yang mungkin dialami orang lain, terutama ketika mereka menghadapi kritik atau penolakan.

Menariknya, hal ini bukan hanya anekdot.

Empati sering ditemukan pada individu yang pernah mengalami kesulitan di tahun-tahun awal pertualangan kehidupan mereka.

Seolah-olah kesulitan yang Anda hadapi telah memberi Anda lensa yang unik untuk melihat dunia, dan membekali Anda dengan radar untuk mendeteksi tekanan emosional pada orang lain dan membuat Anda lebih peka terhadap perjuangan mereka.

Jika Anda mengidentifikasi diri Anda dengan sifat ini, penting untuk menyadari bahwa empati Anda adalah sebuah anugerah.

Hal ini memungkinkan Anda untuk terhubung dengan orang lain pada tingkat yang lebih dalam dan dapat menjadi aset yang tak ternilai dalam kehidupan pribadi dan profesional Anda.

Mereka menjadi mahir dalam menangani tantangan mereka sendiri, bahkan mungkin membanggakan diri mereka sendiri karena tidak membutuhkan orang lain.

Meskipun hal ini terkadang dapat menyebabkan sikap keras kepala atau menolak umpan balik, ini juga berarti mereka sering kali termotivasi sendiri dan mampu mempertahankan pendiriannya saat diperlukan.

Mereka tahu bahwa nilai mereka tidak ditentukan oleh pendapat orang lain, tetapi oleh tindakan dan keyakinan mereka sendiri.

3) Ketekunan

Individu yang sering menghadapi kritik sering kali belajar untuk mengatasi rintangan dan tantangan, mengembangkan rasa ketekunan yang kuat.

Faktanya, sejumlah tokoh terkenal, mulai dari Thomas Edison hingga J.K. Rowling, menghadapi banyak kritik dan penolakan di awal kehidupan mereka.

Hal ini tidak menghalangi mereka. Sebaliknya, mereka mengembangkan dorongan yang luar biasa untuk terus maju meskipun ada rintangan.

Ini tidak berarti bahwa kritik tidak menyakiti atau mematahkan semangat mereka.

Namun entah bagaimana, mereka berhasil menyalurkan hal negatif itu menjadi kekuatan pendorong untuk kesuksesan mereka.

Sebagai orang dewasa, orang-orang ini sering menunjukkan kegigihan dan tekad yang tak tergoyahkan.

Ketika mereka menetapkan tujuan, mereka cenderung mengejarnya tanpa henti, tidak terpengaruh oleh rintangan atau kemunduran.

4) Kemandirian

Ketika Anda mulai bertumbuh dan lebih banyak mendengar kritik daripada pujian, Anda dengan cepat belajar untuk mengandalkan diri sendiri, sering kali karena kebutuhan, ketika afirmasi eksternal kurang atau kritik berlimpah.

Mereka yang menghadapi kritik terus-menerus sering kali harus mengembangkan rasa harga diri mereka sendiri karena mereka tidak dapat mengandalkan validasi eksternal.

Mereka belajar untuk mempercayai penilaian mereka sendiri dan membuat keputusan secara mandiri.

Sebagai orang dewasa, orang-orang ini sering menunjukkan rasa percaya diri yang kuat.

Mereka tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain dan memiliki keyakinan yang kuat pada kemampuan mereka sendiri.

Mereka menjadi mahir dalam menangani tantangan sendiri, bahkan mungkin membanggakan diri mereka sendiri karena tidak membutuhkan orang lain.

Meskipun hal ini terkadang dapat menyebabkan sikap keras kepala atau menolak umpan balik, ini juga berarti mereka sering kali termotivasi sendiri dan mampu mempertahankan pendiriannya saat diperlukan.

Mereka tahu bahwa nilai mereka tidak ditentukan oleh pendapat orang lain, tetapi oleh tindakan dan keyakinan mereka sendiri.

5) Perfeksionis

Bagi mereka yang sering dikritik, perfeksionisme sering kali menjadi pengejaran bawah sadar.

Orang-orang ini sering kali mengembangkan standar yang sangat tinggi untuk diri mereka sendiri.

Dikritik secara terus-menerus dapat menyebabkan seorang anak berusaha keras untuk mencapai kesempurnaan, dalam upaya untuk menghindari kritik lebih lanjut.

Pengawasan terus-menerus yang mereka hadapi di tahun-tahun awal mereka mungkin telah membuat mereka percaya bahwa apa pun yang kurang sempurna bukan hanya tidak memadai, tetapi pada dasarnya salah.

Ini bukan sekadar berjuang untuk menjadi sempurna, tetapi juga merupakan kebutuhan yang mendalam untuk menjadi sempurna, yang didorong oleh rasa takut akan kritik atau penolakan.

Mereka sering kali membawa kebiasaan ini hingga dewasa, menetapkan ekspektasi yang tinggi untuk diri mereka sendiri dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Orang-orang ini cenderung perfeksionis, mendorong diri mereka sendiri untuk unggul dalam karier, usaha pribadi, dan hubungan mereka.

Meskipun pengejaran tanpa henti akan keunggulan ini dapat menghasilkan pencapaian yang luar biasa, sangat penting untuk menyeimbangkannya dengan ekspektasi yang realistis.

Jika Anda melihat sifat ini dalam diri Anda, penting untuk diingat bahwa nilai Anda tidak ditentukan oleh kemampuan Anda untuk menjadi sempurna.

Kesempurnaan adalah standar yang tidak dapat dicapai, dan tidak masalah jika Anda melakukan kesalahan.

Nilai Anda terletak pada keunikan Anda, bukan pada kesempurnaan yang mustahil.

6) Welas-Asih

Di tengah tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh mereka yang sering dikritik, satu kualitas yang luar biasa sering muncul – welas asih.

Setelah mengalami sengatan kata-kata kasar dan umpan balik negatif, orang-orang ini sering kali mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang rasa sakit yang mungkin dialami orang lain.

Pemahaman ini dapat diterjemahkan ke dalam kapasitas yang besar untuk welas asih dan kebaikan.

Sebagai orang dewasa, mereka sering kali menjadi orang yang menyebarkan hal positif, menawarkan dukungan dan dorongan kepada orang-orang di sekitar mereka.

Mereka memahami betapa berartinya sebuah kata yang baik bagi seseorang yang sedang berjuang karena mereka pernah mengalaminya sendiri.

Welas asih mereka mengingatkan kita semua bahwa pengalaman masa lalu kita tidak harus mendefinisikan kita, tetapi dapat membentuk kita menjadi individu yang lebih pengertian dan peduli.

Ini adalah transformasi yang indah yang lahir dari keadaan yang menantang.

7) Kreatifitas

Di masa muda saya, saya sering beralih ke seni sebagai pelarian dari kritik yang terus menerus.

Mereka akan menemukan penghiburan dalam menciptakan sesuatu yang indah dari imajinasi mereka sendiri.

Itu adalah dunia di mana mereka bebas mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi atau ditertawakan.

Seiring berjalannya waktu, mekanisme koping ini berkembang menjadi kecintaan yang tulus terhadap kreativitas.

Sebagai orang dewasa, mereka terus menemukan kegembiraan dan kedamaian dalam kegiatan kreatif, baik itu menulis, melukis, atau bahkan membuat kue.

Mereka telah memperhatikan tren ini pada orang lain yang sering mengalami kritik didepan mata mereka.

Kebutuhan untuk melarikan diri dari kenyataan sering kali dapat mengarah pada pengembangan outlet kreatif.

Kreativitas ini kemudian dapat menjadi gairah seumur hidup dan bahkan karier.

Di satu sisi, pengalaman sulit kita sebagai manusia dewasa q)terkadang dapat menuntun kita untuk menemukan kekuatan dan hasrat terbesar kita.

Ini adalah lapisan perak yang membuat kesulitan menjadi lebih tertahankan.

8) Berwawasan

Seringkali, mereka yang sering menghadapi kritik saat masih kecil akan mengembangkan wawasan yang mendalam.

Mereka menjadi mahir dalam mengamati dan memahami tindakan dan niat orang-orang di sekitar mereka.

Tumbuh dengan kritik dapat membuat seseorang lebih sadar akan seluk-beluk perilaku orang lain.

Mereka belajar membaca yang tersirat, menangkap isyarat non-verbal, dan memahami motivasi yang mendasarinya.

Sebagai orang dewasa, orang-orang ini sering kali menunjukkan wawasan yang luar biasa tentang perilaku manusia.

Hal ini dapat membuat mereka menjadi pemimpin, konselor, atau teman yang efektif, karena mereka sering kali dapat memberikan perspektif dan saran yang berharga.

9) Takut Gagal

Bagi mereka yang selalu dikritik, rasa takut akan kegagalan bisa menjadi teman setia.

Ini bukan hanya tentang kekhawatiran alami yang dirasakan kebanyakan orang ketika menghadapi tantangan.

Ini adalah ketakutan yang mendalam, yang lahir dari keyakinan bahwa setiap langkah yang salah akan mengundang kritik atau penolakan.

Sebagai orang dewasa, ketakutan ini mungkin menghambat Anda untuk mengambil risiko atau melangkah keluar dari zona nyaman.

Hal ini bisa menjadi seperti tambatan yang tak terlihat, yang menahan Anda untuk mencapai potensi penuh Anda.

Jika Anda memiliki sifat ini, penting untuk diingat bahwa kegagalan adalah bagian dari kehidupan.

Kegagalan bukanlah cerminan dari nilai Anda, melainkan batu loncatan menuju kesuksesan.

Jangan biarkan rasa takut gagal menghentikan Anda untuk mengejar impian Anda.

10) Keberanian

Mungkin kualitas yang paling mencolok yang sering berkembang pada orang yang sering dikritik adalah keberanian.

Menghadapi kesulitan sejak usia muda mengajarkan Anda untuk membela diri sendiri dan bertahan dalam menghadapi kesulitan.

Orang-orang ini sering menunjukkan tingkat keberanian yang luar biasa dalam kehidupan mereka.

Mereka tidak takut mengambil risiko, menghadapi tantangan secara langsung, atau berbicara ketika mereka percaya pada sesuatu.

Keberanian ini bukan berarti mereka tidak memiliki rasa takut.

Sebaliknya, ini berarti mereka telah belajar untuk menghadapi ketakutan mereka, mendorongnya, dan menolak untuk membiarkan ketakutan tersebut mendikte hidup mereka.

Keberanian adalah tentang mengambil tindakan meskipun ada rasa takut, dan mereka yang sering menghadapi kritik saat masih kecil sering kali mencontohkan kualitas ini dalam kehidupan dewasa mereka.

Sebagai penutup; jangan khawatirkan kritik selama tidak menyerang secara fisik. Tanggapi secara positif setiap kritik, kerana dalam kebirukan pasti ada sisi baik yang kita harus temukan. Untuk anda sendiri, mulailah untuk memberikan kritik yang membangun karena keberadaan mereka, siapapun itu, penting untuk kita.***

Leave A Reply

Your email address will not be published.