Penumpang Internasional Wajib Isi Kartu Kedatangan All Indonesia

0

ihgma.com – MULAI hari ini, Senin, 1 September 2024, pemerintah Indonesia mewajibkan penumpang internasional mengisi kartu kedatangan (arrival card) melalui Aplikasi All Indonesia saat masuk lewat udara, laut, dan perbatasan darat. Kebijakan ini berlaku di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, Bandara I Gusti Ngurah Rai, serta pelabuhan internasional di Batam. “Secara bersamaan, uji coba aplikasi kami perluas ke seluruh bandara bagi semua maskapai, juga pelabuhan internasional dan perbatasan,” ujar Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman, dalam keterangan tertulis.

Menurut keterangannya, aplikasi All Indonesia menyederhanakan proses deklarasi kedatangan penumpang internasional sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, cepat, dan aman. Dengan aplikasi ini, penumpang mengisi formulir kedatangan untuk keimigrasian, bea dan cukai, kesehatan, hingga karantina (arrival card) dalam satu sistem digital terpadu.

Yuldi melanjutkan, penumpang dapat mengisi All Indonesia sejak tiga hari sebelum tiba di Indonesia dari negara asal maupun saat mendarat. Pengisian deklarasi kedatangan melalui All Indonesia bebas biaya. Ia menegaskan, aplikasi ini menunjukkan komitmen Indonesia menghadirkan layanan publik digital yang ramah dan efisien. “All Indonesia adalah langkah maju dalam mewujudkan pelayanan publik yang efisien,” ujarnya.

Menurut dia, aplikasi ini mempercepat dan mempermudah proses kedatangan di bandara maupun pelabuhan, serta ramah bagi semua penumpang baik perorangan maupun grup, termasuk lansia, difabel, dan anak-anak. “Oleh karena itu, kami integrasikan kartu kedatangan dalam sistem ini,” ujarnya.

Wisatawan mancanegara menjalani pemeriksaan keimigrasian di pintu otomatis (autogate) di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, 27 Desember 2024. ANTARA/Fikri Yusuf
Wisatawan mancanegara menjalani pemeriksaan keimigrasian di pintu otomatis (autogate) di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, 27 Desember 2024. ANTARA/Fikri Yusuf

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, menyampaikan, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai siap melanjutkan dan meningkatkan sinergi serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait agar inisiatif ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Terobosan ini penting dalam menghadirkan kemudahan layanan publik yang tidak hanya fokus pada kelancaran pergerakan orang yang masuk ke wilayah Indonesia, tetapi juga pada kecepatan arus barang,” ujarnya.

Djaka menambahkan, integrasi ini membuat penumpang internasional yang tiba di Indonesia melalui bandara, pelabuhan laut, maupun perbatasan darat tidak perlu lagi mengisi electronic customs declaration (e-CD), karena seluruh proses deklarasi kepabeanan telah tergabung dalam sistem digital terpadu.

Integrasi deklarasi kesehatan dalam Aplikasi All Indonesia memungkinkan Kementerian Kesehatan mendeteksi potensi risiko penyakit menular atau wabah sejak dini, sehingga respons cepat dapat dilakukan di pintu masuk negara. Hal ini menjadi bagian penting dari sistem kewaspadaan dini nasional yang menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Penumpang yang membawa komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya juga wajib mengisi deklarasi All Indonesia. Langkah ini mencegah penyebaran hama dan penyakit. Dengan single deklarasi All Indonesia, penumpang lebih mudah melaporkan barang bawaannya sehingga pemeriksaan karantina dan pengawasan menjadi lebih efektif, sekaligus memastikan ketahanan pangan serta perlindungan ekonomi nasional tetap terjaga.

Formulir deklarasi penumpang tersedia melalui website allindonesia.imigrasi.go.id atau dapat diunduh melalui Google Play Store (Android) dan App Store (iOS).

Yuldi mengimbau seluruh penumpang penerbangan internasional, baik WNI maupun WNA, melaporkan kedatangannya melalui aplikasi ini. “Aplikasi ini bukan hanya tentang kemudahan, tetapi juga tentang melindungi negara kita. Setiap data yang Anda berikan adalah kunci untuk memastikan keamanan, kesehatan, dan integritas perbatasan kita,” kata Yuldi seperti dikutip dari berita Tempo.

Leave A Reply

Your email address will not be published.