Muara Sungai di Baubau Ini Disebut Mirip Amazon, Yuk Intip Keindahannya

0

ihgma.com – Muara sungai Lakologou, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi salah satu objek wisata alam yang tidak boleh terlewatkan. Selain objek wisata yang menawarkan keindahan alamnya, muara sungai itu juga disebut-sebut mirip dengan sungai Amazon di Amerika Selatan.

Bibir sungai berkelok yang ditumbuhi pohon mangrove dan nipah membuat garis konturnya disebut mirip Amazon. Tak ketinggalan lekukan muara sungai yang berkelok-kelok menguatkan kemiripan sungai terpanjang di dunia itu.

“Julukan sungai Amazon itu sebenarnya dari pengunjung yang sudah datang menikmati suasana muara sungai Lakologou ini,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata Lakologou Erna kepada kendarinesia seperti dilansir Kumparan pada Jumat (12/08).

Menikmati keindahan muara sungai secara maksimal tersebut harus dilakukan menggunakan kapal atau perahu nelayan setempat. Wisatawan akan diajak berkeliling menyaksikan deretan puluhan ribu pohon mangrove dan nipah yang berjajar rapi.

Pemandangan muara sungai Lakologou dari atas. Foto: Ist
Pemandangan muara sungai Lakologou dari atas. Foto: Ist

Dengan mengitari kawasan muara sungai Lakologou para wisatawan tak hanya melihat deretan pepohonan, namun juga bakal disuguhkan aneka satwa yang mendiami kawasan itu mulai dari burung bangau putih, kelelawar hingga melihat masyarakat setempat berburu kepiting bakau.

“Daya tarik di muara sini sebenarnya selain kita bisa melihat pohon-pohon mangrove dan nipah, wisatawan juga akan disuguhkan dengan satwa-satwa yang mendiami tempat itu,” ungkapnya.

Erna mengungkapkan pihak pengelola sudah menyiapkan sarana penunjang sementara untuk wisatawan yang ingin menikmati keindahan muara sungai tersebut. Nantinya nelayan setempat yang akan membawa mereka menyusuri kawasan muara tersebut.

“Memang harus naik kapal, kalau di sini disebutnya kapal katinting. Nanti nelayan dari sini yang ajak keliling muara,” ungkap dia.

Kapal nelayan setempat hanya bisa mengangkut maksimal 5 orang sekali perjalanan menelusuri kawasan muara sungai itu dengan dipatok harga Rp 100 ribu.

Suasana muara sungai Lakologou menjelang malam. Foto: Ist
Suasana muara sungai Lakologou menjelang malam. Foto: Ist

“Rute perjalanannya itu dari Kelurahan Lakologou, di sana ada dermaga kecil yang ada bibir sungai. Nanti nelayan yang jemput. Makanya kalau mau ke sini harus menghubungi kami dulu lalu kami siapkan nelayannya,” ungkapnya.

Pihak pengelola diketahui sudah mulai melirik kawasan tersebut menjadi objek wisata. Pada tahun 2019 para pengelola yang didominasi warga Kelurahan Lakologou ini mulai mempromosikan. Namun sayang pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Terpaksa mereka berhenti sementara waktu.

“Muara ini kami mulai promosikan sekitar tahun 2019 tapi karena ada pandemi kami tutup, nanti sekarang lagi baru ada pengunjung yang datang,” ungkap Erna.

Muara sungai ini terbilang cukup besar. Sebab terdapat tiga jalur sungai yang ikut melintas dan berpusat di muara tersebut. Karena berada di muara, untuk menikmati keindahan kawasan itu hingga lebih jauh maka wisatawan dianjurkan untuk datang ketika waktu air pasang.

“Muara sungai Lakologou ini merupakan pertemuan tiga sungai yakni sungai Lakologou, Liabuku dan Kantalai dan pusatnya di muara ini. Kalau air surut kapal yang agak besar biasa terkandas,” jelas dia.

“Kalau untuk luasnya muara ini saya kurang tahu, tapi kalau mengitarinya satu jam itu tidak selesai-selesai,” kata dia.

Para pengelola objek wisata tersebut berharap pemerintah setempat bisa membantu untuk memajukan bersama kawasan muara agar lebih dikenal luas lagi oleh masyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.