Ketua MPR RI Desak Pembangunan Mangkrak di Nusa Bali Segera Diselesaikan

0

ihgma.com, Bali – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong agar pembangunan mangkrak berbagai proyek investasi di sektor pariwisata Bali, bisa segera diselesaikan sebelum Bali menjadi tuan rumah acara puncak Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang akan diselenggarakan pada tahun 2022. Sehingga bisa turut menyukseskan Presidensi Indonesia dalam G-20. Sekaligus menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki komitmen besar dalam menyelesaikan berbagai proyek investasi, khususnya di sektor pariwisata.

“Dari kunjungan saya meninjau kawasan pariwisata The Nusa Dua yang dimiliki dan di kelola ITDC Bali, menurut Managing Director Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardika, pihaknya telah menyegel pembangunan The MAJ Hotel, Shangri-La Hotel, Armarta Villas, dan Hotel Kimpton Nusa Dua, yang terletak di kawasan Nusa Dua yang berada dibawah pengelolaan ITDC Bali. Penyegelan dilakukan lantaran investor tidak menyelesaikan komitmen pembangunan. Permasalahan ini harus segera dicari solusi penyelesaiannya. Jika pihak investor tidak sanggup melanjutkan pembangunan, pihak ITDC Bali dan pemerintah provinsi Bali bisa membuka peluang mencari investor baru. Pasti banyak yang berminat, karena kawasan Nusa Dua merupakan kawasan prestisius yang termasuk salah satu daerah dengan keindahan pantai terbaik di Bali,” ujar Bamsoet didampingi Managing Director Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita dan jajarannya, usai meninjau kesiapan sarana dan prasarana pelaksanaan G20 di kawasan Nusa Dua, Bali, Selasa (4/1/22) seperti dilansir Industry.

Ketua MPR RI Bambang Sesatyo
Ketua MPR RI Bambang Sesatyo

 

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III Bidang Hukum & Keamanan DPR RI ini menjelaskan, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) merupakan BUMN yang bergerak di bidang pariwisata. ITDC berdiri dengan nama Bali Tourism Development Corporation (BTDC) yang mengelola area komersial Nusa Dua menjadi destinasi wisata dunia di Indonesia. Jangan sampai karena ketidakmampuan investor menyelesaikan pembangunan, menyebabkan wajah Nusa Dua Bali menjadi tidak lagi indah akibat adanya proyek pembangunan yang mangkrak.

“Selain bisa membuka banyak lapangan pekerjaan, penyelesaian berbagai proyek mangkrak tersebut juga bisa menghidupkan kembali geliat ekonomi Bali dari sektor pariwisata. Terlebih dengan semakin gencarnya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia dan dunia, membuat sektor pariwisata akan menjadi yang pertama bangkit. Okupansi hotel Bali yang selama pandemi ini berada dibawah 10 persen, diyakini akan bangkit mencapai hingga 80 persen. Mengingat sudah banyak warga yang merindukan berwisata menikmati keindahan alam Bali,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menerangkan, selama memegang kepemimpinan Presidensi G20 dari Desember 2021 sampai Oktober 2022, Indonesia akan menjadi tuan rumah berbagai pertemuan. Dari mulai tingkat menteri, herpa meeting, working groups, engagement groups new initiative, hingga puncaknya yakni KTT G-20 di Bali.

“Berbagai pertemuan tersebut akan dihadiri sekitar 287 perwakilan negara asing dan organisasi internasional. Tidak kurang dari 5.282 pejabat dan anggota keluarga delegasi akan datang ke Indonesia. Karenanya kita harus memanfaatkan kepemimpinan Indonesia dalam G-20 ini untuk menarik sebanyak mungkin perhatian dunia. Sekaligus membangun citra positif Indonesia di mata dunia. Antara lain dengan menunjukan tidak adanya pembangunan mangkrak berbagai proyek investasi di sektor pariwisata di Bali,” pungkas Bamsoet.

Leave A Reply

Your email address will not be published.