Kemenparekraf dan Bank Dunia Buat Program Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata
ihgma.com – Setelah pandemi COVID-19 mulai melandai, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indonesia mulai membuat program-program untuk kembali membangkitkan industri pariwisata. Berbagai macam kolaborasi dilakukan oleh Kemenparekraf.
Kali ini, Kemenparekraf bekerja sama dengan Bank Dunia membuat Program Pengembangan dan Pengakuan Kompetensi SDM Pariwisata, yang bertujuan untuk menjamin keberlanjutan pasokan tenaga kerja terampil bagi sektor pariwisata.
Program tersebut bernama Certification of Tourism Human Resources atau Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata.
Nantinya sertifikasi ini akan dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) di Kawasan 6 DPP (Destinasi Pariwisata Prioritas), yaitu Danau Toba, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Bromo-Tengger-Semeru, Lombok, Labuan Bajo, dan Wakatobi.

Direktur Standardisasi Kompetensi, Titik Lestari, mengatakan sertifikasi ini untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya ManusiA (SDM) yan unggul dan berdaya saing.
“Karena sejak pandemi COVID-19 itu industri-industri sekarang sudah mulai menggeliat sudah mulai bergerak, tentunya ini harus diimbangi dengan SDM yang kompeten,” kata Titik Lestari, saat ditemui kumparan dalam kick off Certification of Tourism Human Resources atau Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata seperti dlansir Kumparan, Jumat (2/9).
Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Indonesia, Sandiaga Uno, yang hadir secara daring dalam acara tersebut.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari berbagai program Kemenparekraf yang bertujuan untuk Percepatan Pemulihan dan Peningkatan Produktivitas Sektor Parekraf melalui upskilling (peningkatan kompetensi), reskilling (penguatan kompetensi), dan new skilling (penambahan kompetensi baru),” ujar Sandiaga Uno.

Tentu dengan diadakannya program ini, diharapkan mampu menciptakan peluang kerja dan usaha bagi SDM Parekraf yang berkompeten dan berkelanjutan.
Program ini juga bentuk penerapan strategi utama Kemenparekraf, yaitu Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi. Maka dari itu, Kemenparekraf bekerja sama dengan Bank Dunia melaksanakan Program ini karena berpotensi untuk menyerap banyak tenaga kerja dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
Program ini akan dilaksanakan mulai bulan September hingga Desember 2022 di 6 DPP.
Target Program Sertifikasi di tahun 2022 berjumlah 18 ribu orang, sementara tahun 2023 berjumlah 27 ribu orang. Jadi total semuanya berjumlah 45 ribu orang.