22 Chef Ikut Lamb Challenge, Suguhkan Daging Domba dalam Hidangan Asia

0

ihgma.com – Masih rendahnya tingkat konsumsi daging domba di dalam negeri membuat perusahaan pengelola daging dan ternak di Australia, Meat & Livestock Australia (MLA), bersama dengan Archipelago Group, mengambil langkah proaktif untuk memperkenalkan daging domba, khususnya sebagai hidangan Asia lewat program Lamb Challenge.

Program ini bagian dari inisiatif global Lambassador yang melibatkan para profesional di bidang kuliner dan memiliki minat besar dalam mengolah daging domba Australia. Program ini akan mengeksplorasi keanekaragaman daging domba Australia dan kelezatannya dalam berbagai hidangan Asia.

Sebanyak 22 chef dari Archipelago West Area akan ikut serta menyajikan hidangan khusus menggunakan potongan daging domba yang bervariasi. Para pemenang akan dinilai berdasarkan gabungan kriteria, seperti rasa dan tekstur, presentasi, higienitas, dan sisa bahan makanan, persiapan profesional, mise-en-place, dan juga pelayananannya.

Para juri untuk program ‘Lamb Challenge’ ini pun terdiri dari para chef berpengalaman dan juga peserta Lambassador dari tahun-tahun sebelumnya. Dua dari empat juri dalam program ‘Lamb Challenge’ ini, yaitu Chef A.S. Windoe dan Chef Ika Rizqi Pradana yang dinobatkan sebagai Lambassador masing-masing pada tahun 2022 dan 2023.

Para pemenang Lamb Challenge yang digelar di The Alana Hotel and Conference Sentul City by ASTON. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Para pemenang Lamb Challenge yang digelar di The Alana Hotel and Conference Sentul City by ASTON. Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Mereka telah melakukan perjalanan ke Australia untuk mengenal lebih dekat kualitas terbaik domba Australia, mulai dari peternakan hingga ke meja makan. Mereka bekerja sama dengan MLA untuk menyebarkan kesadaran akan keserbagunaan dan profil rasa daging domba Australia yang luar biasa di seluruh pasar Indonesia.

Menurut Siti Nur Aini, Trade Development Manager MLA, adanya kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung industri daging merah di Indonesia dan meningkatkan konsumsi daging domba Australia.

“Daging domba Australia terkenal dengan teksturnya yang empuk dan rasanya yang lembut, menjadikannya kanvas kosong yang ideal untuk berbagai macam variasi bumbu dan metode memasak yang dapat ditemukan di seluruh Asia,” kata Aini saat ditemui di lokasi acara di The Alana Hotel and Conference Sentul City by Aston beberapa hari lalu seperti dikutip dari Kumparan.

Piala untuk pemenang Lamb Challenge yang digelar di The Alana Hotel and Conference Sentul City by ASTON. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
Piala untuk pemenang Lamb Challenge yang digelar di The Alana Hotel and Conference Sentul City by ASTON. Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Aini juga memastikan bahwa daging domba Australia telah terserifikasi halal. Di mana para produsen daging domba Australia telah mematuhi standar kesejahteraan hewan yang ketat untuk memastikan kehidupan yang bebas stres bagi hewan.

“Daging domba Australia telah mendapatkan reputasi sebagai daging yang Halal bagi konsumen Muslim di seluruh dunia. Kami menjamin setiap langkah dalam prosesnya, mulai dari penyembelihan hingga pengolahan, sesuai dengan pedoman Islam,” tambahnya.

Sementara itu, Vice President of Operations Archipelago International, Winston Hanes, mengaku senang senang bisa menjadi bagian dari program Lamb Challenge dan mengundang para pencinta kuliner untuk menikmati kreasi istimewa dari daging domba Australia yang dibuat oleh 22 chef ternama kami dari West Area.

“Tantangan ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk meningkatkan keahlian para chef kami dan memperkenalkan mereka pada beragam potensi daging domba dalam hidangan Asia,” katanya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.