WNI Doyan Berobat ke Malaysia, Luhut Mau Bikin RS Global

0

ihgma.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak dapat menyembunyikan rasa sedihnya setelah mengetahui masih banyak warga negara Indonesia yang lebih memilih berobat di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Fenomena warga di Kalimantan yang berobat di Kuching Malaysia.

Padahal, tepat dua tahun lalu Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pernah mewacanakan bakal membuat rumah sakit internasional pada tahun 2020 silam atau ketika awal pandemi Covid-19. Bahkan Luhut bilang Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah setuju dengan rencana tersebut.

“Kita akan segera, Presiden kemarin setuju, bahwa kita akan buka rumah sakit internasional. Jadi orang, dokter-dokter kelas 1 bisa praktik dan teknologi transfer dengan dokter kita. Sehingga kita nggak habiskan pengobatan ke luar negeri,” kata Luhut di Rakerkonas Apindo seperti dilansir CNBC Indonesia, Kamis (13/8/20).

Pembangunan rumah sakit tersebut disebutnya sebagai bagian reformasi di sektor farmasi. Artinya, penanganan medis akan coba dikembangkan di dalam negeri. Luhut mengakui keputusan ini tidak lepas dari pengalamannya kala awal mula Covid-19 masuk ke Indonesia.

Foto udara suasana Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Jumat, 14 Januari 2022. ANTARA/Muhammad Adimaja
Foto udara suasana Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Jumat, 14 Januari 2022. ANTARA/Muhammad Adimaja

Ia pun mendapat analisa dari PwC di tahun 2015 yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara asal wisatawan medis dengan jumlah 600.000 orang, terbesar di dunia mengalahkan Amerika Serikat dengan 500.000 orang wisatawan medis di tahun yang sama.

Rata-rata pengeluaran wisatawan medis WNI sebesar US$ 3,000 – 10,000 per orang.

“Sementara masyarakat kita lebih senang berobat ke Penang dan Singapura karena merasa layanan kesehatannya terhitung murah dan lebih cepat sembuh,” jelas Luhut.

Lewat wisata medis, nantinya pemerintah ingin Indonesia melakukan diversifikasi ekonomi, menarik investasi luar negeri, penyediaan lapangan pekerjaan, pembangunan industri layanan kesehatan di Indonesia, serta menahan laju layanan kesehatan serta devisa kita agar tidak mengalir ke negara-negara yang lebih sejahtera.

“Untuk mendukung industri wisata medis ini, saya rasa perlu adanya dukungan dari pemerintah melalui promosi masif serta fasilitas-fasilitas penunjang lainnya, seperti membangun rumah sakit berstandar internasional seperti John Hopkins di Amerika Serikat,” kata Luhut kala itu.

Kini, Jokowi kembali mengungkit banyaknya masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri, mulai dari Malaysia, Singapura, hingga ke Amerika Serikat (AS).

“Saya paling sedih kalau mendengar ada warga negara kita yang sakit, kemudian perginya ke luar negeri,” kata Jokowi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (9/8/2022).

Jokowi juga mendapat laporan bahwa banyak pasien kanker di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Barat yang lebih memilih berobat ke Kuching, Malaysia, karena merasa di sana fasilitas dan alat kesehatan yang dimiliki lebih memadai.

“Khusus di Kalbar, saya mendengar ada yang ke Kuching. Berapa capital outflow kita yang keluar membiayai rumah sakit. Lebih dari Rp 110 triliun per tahunnya,” jelasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.