Syarat Naik Pesawat ke Bali di Awal Tahun 2022

0

ihgma.com, Ingin berlibur naik pesawat ke Bali di awal tahun 2022? Yuk, simak syarat naik pesawat ke Bali selengkapnya di sini!

Jumlah Kunjungan Wisatawan Bali Menurun

Bali memang salah satu destinasi wisata yang paling sering dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Dilansir dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, di masa pandemi COVID-19 saja, tepatnya periode Januari – September 2020, tercatat terdapat lebih 1.069.207 kunjungan. Namun, menurun di periode Januari – September 2021, jumlah kunjungan menurun drastis menjadi 43 kunjungan. Hal ini tentu disebabkan oleh beragam faktor. Salah satu paling berpengaruh adalah terjadinya PPKM Jawa – Bali dan puncak kasus COVID-19 di Indonesia yang terjadi selama bulan Juli.

Melansir Kumparan, walaupun pada 29 Desember 2021 catatan kasus baru telah menurun menjadi 194, kita tetap harus waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Haruna, dkk. dalam buku yang berjudul “Kepatuhan Masyarakat dalam Penggunaan Masker sebagai Salah Satu Upaya Pencegahan COVID-19” menjelaskan bahwa masker jenis N95 atau KN-95 adalah masker yang memberikan perlindungan yang lebih tinggi. Hal tersebut dinilai dari kualitas bahan yang digunakan. Jadi, bila Anda terpaksa bepergian Anda bisa menggunakan masker jenis ini untuk proteksi yang lebih baik.

Jika ingin pergi berlibur sebaiknya, ditahan terlebih dahulu untuk menghindari kerumunan berlebih di tahun baru. Namun, bila terpaksa atau mengalami keadaan mendesak untuk ke Bali, berikut adalah syarat naik pesawat ke Bali yang perlu Anda ketahui.

Syarat Naik Pesawat ke Bali Terbaru

Berikut adalah syarat dan ketentuan bagi pelaku perjalanan dalam negeri untuk seluruh wilayah Indonesia selama periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 berdasarkan SE 111 Tahun 2021 tentang Pengaturan Mobilitas Masyarakat dengan Transportasi Udara Selama Periode Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Masa Pandemi COVID-19.

  1. Pelaku perjalanan dalam negeri wajib menunjukkan kartu vaksin lengkap (vaksinasi dosis kedua).
  2. Hasil rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.
  3. Pelaku perjalanan tidak vaksin dosis lengkap karena alasan medis dan akan melakukan perjalanan dengan menggunakan transportasi udara untuk keperluan berobat/medis dengan ketentuan wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 X 24 jam sebelum keberangkatan dan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah. Syarat tersebut termasuk untuk moda transportasi perintis di wilayah perbatasan serta daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
  4. Pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun wajib untuk menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 X 24 jam sebelum keberangkatan.
Sejak pandemi COVID-19 terjadi di Indonesia di tahun 2020 lalu, memang banyak adaptasi baru pada setiap sektor kehidupan di negeri ini. Mulai dari pendidikan, perekonomian, peribadatan, hingga penggunaan moda transportasi umum. Semua memiliki aturan baru (khusus) yang memiliki tujuan untuk meminimalisir penyebaran virus corona.
Salah satu peraturan yang pernah berlaku dalam penggunaan transportasi umum seperti kereta atau pesawat adalah kewajiban melakukan swab antigen, pcr, dan/atau penentuan batas usia untuk melakukan perjalanan. Oleh sebab itu, mari kita taati peraturan demi kesehatan bersama. Kita semua ingin Indonesia sehat bukan?
Leave A Reply

Your email address will not be published.