Pasokan Listrik Sudamala Resort Labuan Bajo Disuplai PLTS
ihgma.com – Kebutuhan listrik Sudamala Resort Labuan Bajo sebanyak 85% telah disuplai oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terintegrasi.
Sistem PLTS terintegrasi yang terdiri dari 480 panel surya berkapasitas 300 kWp dan sistem penyimpanan energi baterai (770 kWh) telah beroperasi dengan baik selama tiga bulan terakhir. Sistem ini akan menghasilkan sekitar 410.000 kWh energi bersih per tahun dan mengurangi emisi karbon hingga 370 ton CO₂, setara dengan menanam lebih dari 4.900 pohon setiap tahunnya.
PLTS terintegrasi tersebut diresmikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang didampingi oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dan Uskup Maximus Regus dari Keuskupan Labuan Bajo.
CEO Sudamala Resort, Ben Subrata menjelaskan Sudamala Resorts kembali menunjukkan komitmennya terhadap pariwisata berkelanjutan melalui peluncuran dua inisiatif penting di Sudamala Resort Seraya, Labuan Bajo. Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terintegrasi yang kini menggantikan 85% kebutuhan listrik resort, serta program restorasi terumbu karang di rumah karang (house reef) resort.

“Transisi energi dan konservasi terumbu karang ini adalah bukti nyata dari DNA keberlanjutan Sudamala Resorts, dari darat hingga laut,” jelas Ben, dikutip Bisnis dari siaran pers, Rabu (5/10/2025).
Sementara itu, program restorasi terumbu karang mencakup area seluas 3,56 hektare, menggunakan metode Modular Artificial Reef Structure (MARRS) yang terbukti efektif dalam memulihkan ekosistem laut sekaligus memberdayakan masyarakat lokal dalam pengelolaan laut yang berkelanjutan.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menjelaskan penggunaan PLTS terintegrasi dan restorasi terumbu karang merupakan inisiatif Sudamala Resort dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.
“Inisiatif Sudamala Resorts adalah bukti bahwa pariwisata tidak hanya dapat memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi kekuatan besar dalam menjaga dan memulihkan lingkungan. Ini adalah model pembangunan berkelanjutan yang layak dicontoh di destinasi lain di NTT dan seluruh Indonesia,” kata Laka Lena.