Negara Kecil Tempat Wisatawan Belanja Paling Banyak

0

ihgma.com – PERJALANAN wisata sering kali tidak murah bagi sebagian orang. Wisatawan perlu menabung untuk bisa ke destinasi impian, terutama yang terkenal berbiaya mahal. Selain untuk tiket pesawat dan hotel, wisatawan juga bisa menghabisakan uang untuk berbelanja. Di manakan negara tempat wisatawan menghabiskan uang paling banyak untuk belanja?

Bukan Milan atau Paris yang terkenal sebagai kota mode, tempat wisatawan paling banyak belanja menurut situs perjalanan Go2Africa adalah sebuah negara kecil di Eropa, Luksemburg.

Menurut laman Kantor Wisata Kota Luksemburg, kota itu tergolong nyaman untuk belanja. Pelancong bisa menyusuri zona pejalan kaki di pusat kota dan memasuki beragam toko lokal serta merek-merek ternama baik mode, fashion, kecantikan dan kesehatan, makanan, perlengkapan rumah, serta hiburan. Beberapa kali dalam setahun, terdapat akhir pekan khusus untuk toko obral.

Cara Menentukan Peringkat

Dilansir dari USA Today, Go2Africa menentukan destinasi mana yang paling banyak menguras kantong wisatawan dengan melihat jumlah wisatawan suatu negara dan membaginya dengan total pendapatan pariwisatanya pada 2024. Datanya dikumpulkan oleh badan pariwisata resmi, kementerian, dan laporan.

“Data ini menunjukkan sesuatu yang tidak diduga oleh kebanyakan wisatawan: jumlah pengeluaran rata-rata wisatawan di suatu negara merupakan salah satu petunjuk terbaik tentang seberapa mahal perjalanan Anda setelah tiba,” kata Megan Dominion, juru bicara Go2Africa, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari berita Tempo. “Memeriksa pengeluaran rata-rata per wisatawan sebelum memesan adalah cara mudah karena langsung memberi tahu Anda apakah Anda menuju tempat yang ramah anggaran atau tempat yang sedikit lebih mahal.”

Di Luksemburg, rata-rata wisatawan mengeluarkan uang $ 5.112 atau sekitar Rp 85 juta. Selain Luksemburg, negara dengan pengeluaran wisatawan tertinggi lainnya adalah Lebanon dengan $ 4.155 atau sekitar Rp 69,3 juta. Selanjutnya ada Saint Lucia dengan $ 2.984 atau Rp 49,7 juta.

Belanja Paling Minim

Adapun negara dengan wisatawan yang paling sedikit belanja adalah Vatikan dengan $ 15 atau sekitar Rp 250.000, Eswatini dengan  $ 21 atau sekitar Rp 350.000, dan Algeria dengan $37 atau sekitar Rp 616.700

Ini bukan berarti jika biaya suatu destinasi rendah berarti destinasi tersebut tidak layak dikunjungi.

Penyebabnya bisa jadi industri pariwisatanya kurang komersial, kunjungan biasanya lebih singkat, atau memang biaya hidupnya murah.

“Wisatawan juga sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan berapa banyak yang akan mereka belanjakan di suatu lokasi, tetapi juga ke mana uang mereka pergi,” kata Megan. “Di beberapa destinasi, pengeluaran mendukung operator internasional besar, sementara di destinasi lain, pengeluaran mengalir langsung ke komunitas lokal dan proyek konservasi.”

Leave A Reply

Your email address will not be published.