Mataram Dorong Investor Bangun Wisata Balon Udara di Taman Loang Baloq NTB

0

ihgma.com, Dinas Pariwisata Kota Mataram Nusa Tenggara Barat ingin wisata balon udara di Taman Loang Baloq bisa segera direalisasikan sesuai dengan konsep rencana awal penataan kawasan tersebut. Dinas pun berharap investor bisa membantu merealisasikannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengatakan pada awal 2021 sebenarnya sudah ada investor yang akan membangun wisata permainan bianglala dan balon udara di Taman Loang Baloq. “Bahkan mereka sudah melakukan uji kelayakan dan siap menunggu revitalisasi Loang Baloq rampung. Tapi sekarang investor tersebut ‘hilang’ entah kemana. Pahadal kita sangat berharap itu bisa terwujud,” kata dia, Kamis, 6 Januari 2022 seperti dilansir Tempo.

Warga menyaksikan penerbangan balon udara di lapangan desa Kembaran, Kalikajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu, 19 Mei 2021. Tradisi penerbangan balon udara tradisional rutin dilaksanakan masyarakat setempat pada hari ke tujuh Lebaran. ANTARA/Anis Efizudin
Warga menyaksikan penerbangan balon udara di lapangan desa Kembaran, Kalikajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu, 19 Mei 2021. Tradisi penerbangan balon udara tradisional rutin dilaksanakan masyarakat setempat pada hari ke tujuh Lebaran. ANTARA/Anis Efizudin

Nizar berharap investor itu maupun investor lain bisa membantu. Apalagi, permainan balon udara seperti di Cappadocia Turki sedang naik daun di tengah masyarakat akibat web series Layangan Putus.

Dari hasil kooordinasi dengan investor sebelumnya, menurut Nizar, wisata balon udara membutuhkan anggaran sekitar Rp 500 juta. Dengan besarnya anggaran itu, realisasi wahana itu tidak dapat mengandalkan dari anggaran daerah tahun ini.

“Semoga kita bisa segera mendapat investor yang serius, agar wisata balon udara bisa terealisasi di Loang Baloq,” kata Nizar.

Menurut Nizar, Taman Loang Baloq sangat representatif menjadi lokasi wisata balon udara karena berada di pinggir pantai sehingga keindahan alam laut dan daratan bisa terlihat dari atas. Namun, jika investor ingin lokasi lain, ada alternatif seperti lahan bekas Islamic Center dan bekas Bandara Selaparang Rembiga.

Di lahan bekas Bandara Selaparang Rembiga, pemerintah setempat memang sudah berencana melakukan penataan kawasan itu menjadi ruang kreatif yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian daerah. Wiaata balon udara bisa menjadi salah satu opsinya. “Sejak aktivitas bandara pindah ke Lombok Tengah, lahan milik Angkasa Pura tersebut terkesan ‘mati’. Jadi, kita ingin optimalkan menjadi ruang kreatif dan rekreasi,” kata Nizar.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.