Kyoto Bakal Menaikkan Tarif Bus untuk Wisatawan Asing yang Berkunjung

0

ihgma.com – Wisatawan yang akan ke Jepang tampaknya harus benar-benar menyiapkan uang tambahan saat berlibur ke sana. Sebab, setelah Jepang berencana menaikkan biaya layanan di Bandara Narita dan tiket JR Pass, kini Pemerintah Daerah Kyoto juga akan menaikkan harga tiket bus untuk wisatawan asing.

Dilansir Kumparan dariSoranews24, Pemerintah Kota Kyoto meminta izin untuk mulai membebankan harga bus yang lebih tinggi kepada wisatawan, dibandingkan penduduk setempat. Dalam sebuah wawancara dengan Kansai TV Jepang, Wali Kota Kyoto, Daisaku Kadokawa, mengatakan bahwa tujuan utama dari rencana ini adalah untuk mengurangi kepadatan bus kota di Kyoto.

“Kami ingin meningkatkan tingkat kenyamanan, terutama dalam gaya hidup penduduk. Menaikkan harga (untuk wisatawan) bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana mengatasi kepadatan penduduk, dan ini adalah salah satu cara untuk melakukannya,” ujar Kadokawa.

Sementara itu, dalam dokumen yang menguraikan tentang usulan kenaikan bus, Biro Transportasi Kota Kyoto mengatakan bahwa terjadi penurunan jumlah penumpang bus Kota Kyoto sebesar 14,2 persen sejak awal pandemi. Dengan diberlakukannya kenaikan harga bus ini dikhawatirkan akan semakin menurunkan jumlah penumpang.

Ilustrasi bus kota di Kyoto, Jepang. Foto: Tupungato/Shutterstock
Ilustrasi bus kota di Kyoto, Jepang. Foto: Tupungato/Shutterstock

Walau demikian, Biro Transportasi Kota Kyoto merasa bahwa kenaikan ini akan diimbangi dari segi pendapatan dengan peningkatan jumlah wisatawan secara keseluruhan. Sebab, jumlah wisatawan asing yang datang ke Jepang semakin meningkat sejak dibukanya kembali perbatasan pascapandemi.

Usulan kenaikan tarif bus ini dilakukan setelah pada bulan Maret lalu Kyoto menghentikan penjualan tiket bus satu hari tanpa batas, yang populer di kalangan wisatawan selama bertahun-tahun.

Nantinya, tarif bus yang lebih mahal tidak hanya akan diberlakukan untuk wisatawan asing, tetapi juga wisatawan Jepang dari daerah lain yang berkunjung ke Kyoto. Bahkan, orang yang tinggal di bagian lain Prefektur Kyoto akan dikenakan tarif yang lebih tinggi, karena usulan tersebut membagi pengendara menjadi dua kelompok, penduduk Kota Kyoto dan wisatawan.

Saat ini, pemerintah kota sedang mendiskusikan bagaimana penetapan tarif baru tersebut akan diterapkan. Namun, direncanakan bahwa kartu non tunai khusus akan diberikan untuk penduduk lokal yang membuat nomor identitas dan juga alamat mereka. Dengan kartu tersebut, penduduk Kyoto akan dikenakan tarif bus yang lebih rendah dibandingkan wisatawan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.