Kontak Erat dengan Wisatawan Terpapar Omicron, 11 Karyawan Hotel Dikarantina

0

ihgma.com, Denpasar – Temuan dua pasien terpapar varian omicron dari Surabaya, Jawa Timur, langsung ditindaklanjuti Satgas COVID-19 Bali. Setelah dilakukan tracing, 11 karyawan hotel tempat menginap yang merupakan kontak erat dengan dua orang itu langsung dikarantina.

Sebelumnya diberitakan  jumlah karyawan yang dikarantina adalah 17 orang, namun data update terakhir jumlah karyawan yang kontak erat hanya 11 karyawan saja seperti dilansir Kumparan.

Tracing secara persuasif ke hotel dan diambil sampel. Sampai tadi malam 17 Karyawan yang kontak erat sudah dikarantina di hotel yang sudah disiapkan, kemungkinan hari ini akan bertambah,” kata Sekretaris Satgas COVID-19 Bali, Made Rentin, Senin (03/01/2022).

Sekretaris Satgas COVID-19 Bali, Made Rentin - IST
Sekretaris Satgas COVID-19 Bali, Made Rentin – IST

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali itu menambahkan, terhadap 17 Karyawan tersebut telah diambil sambil untuk selanjutnya ditest PCR. Hasilnya akan diumumkan pada Senin Sore hari ini.

Rentin enggan menyebutkan nama hotel tempat kedua wistawan tersebut menginap. Hanya dia memberi sinyal bahwa hotel tersebut terletak di wilayah Kabupaten Badung, Bali.

“Untuk nama pasien dan hotel tidak bisa disebutkan ya karena soal etika. Hotelnya di daerah Badung,” kata Rentin.

Selain tracing ke hotel, satgas terus menggali ke mana saja pasien tersebut selama berada di Bali. Sehingga proses tracing bisa diperluas. “Mereka datang pakai kendaraan pribadi dengan rombongan, jadi kita juga menggali ke mana saja mereka melakukan perjalanan selama di Bali supaya bisa ditracing dan ditest,” ucap Rentin.

Seperti diberitakan, dua orang warga Surabaya dilaporkan positif Covid-19 varian Omicron. Kedua orang tersebut disebut-sebut dalam satu keluarga. Keduanya dinyatakan positif usai berlibur ke Bali. Keduanya diketahui berada di Bali pada rentang waktu 20 Desember 2021 hingga 25 Desember 2021.

Leave A Reply

Your email address will not be published.