ihgma.com, Mangupura – Jual beli hotel di Bali khususnya Badung sampai saat ini masih kerap terjadi. Meski pariwisata di Bali saat ini sudah mulai membaik.
Jumlah hotel yang dijual pun saat ini tidak sedikit, bahkan mencapai puluhan. Hal itu pun tidak dipungkiri oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI) kabupaten Badung IGN Rai Suryawijaya. Pihaknya mengaku ada beberapa alasan kenapa jual beli hotel di Badung sampai saat ini masih marak terjadi.
“Sebenarnya jual beli hotel hal yang sudah biasa. Namun karena jumlahnya banyak ini yang menjadi pertanyaan,” katanya saat dikonfirmasinTribun Bali pada Rabu 1 Maret 2023 seperti dilansir Tribun Bali.
Pihaknya mengaku saat ini ada puluhan hotel yang dijual hanya saja dirinya tidak menyebutkan itu hotel apa saja. Kendati demikian diakui ada beberapa alasan kenapa masih adanya jual beli hotel di Bali khususnya Badung.

Pertama kata Suryawijaya hotel yang dijual itu bermasalah pada kebutuhan oprasionaln yang belum bisa tercapai hingga saat ini. Hal itu pun membuat manajemen hotel bingung dalam mengelola hotel dengan jumlah wisatawan yang masih minim.
“Karena bertahun-tahun pariwisata itu mati suri. Mungkin ada hotel yang membutuhkan biaya besar untuk mengembalikan sepwrti semula, namun manajemen tidak mampu, sehingga dijual,” ujarnya.
Selain itu yang kedua ada kemungkinan untuk mengalihkan investasi. Sehingga hotel yang dimiliki dijual sampai saat ini. Selanjutnya yang ketiga owner hotel terkadang mencari bangsa pasar hotel yanh dimiliki, sehingga tau berapa harga aset yang dimiliki saat ini.
“Tapi yang terakhir paling sering terjadi karena tidak singkron para pemegang saham. Sehingga diputuskan untuk dijual hotel tersebut,” bebernya.
Kendati demikian Suryawijaya mengaku, saat ini sebenarnya investasi di bidang perhotelan sangat bagus. Pasalnya saat ini pariwisata sedang membaik.
“Tentu kedepannya akan bagus, karena tetap menjadi leding sektor perekonomian bali. Selain itu juga merupakan bisnis yang sangat menjanjikan,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun yang di temui di Puspem Badung mengaku juga mengatakan hal yang sama. Pihaknya mengaku proses jual beli hotel sebenarnya hal yang biasa terjadi sebelum adanya pandemi Covid-19.
“Namun hal tersebut belakangan memang menjadi sorotan pasca pandemi. Namun saya sendiri telah melakukan koordinasi terkait hal itu dengan PHRI. Jujur saja saya kurang mengikuti berapa adanya jual beli hotel tersebut,” katanya.
Kendati demikian pihaknya harap hotel-hotel milik masyarakat lokal tudak sampai dijual. Minimal jika kondiai mendesak hotel bisa disewakan
“Yang kita harapkan, hotel milik orang lokal agar tidak sampai dijual. Karena kita sangat berharap ada pemegang saham orang Bali bukan dari luar saja,” imbuhnya.