Daging Sapi Australia, Kualitas Terbaik-Untuk Peningkatan Food Service Pariwisata Bali
ihgma.com, Denpasar – Daging sapi merupakan salah satu bahan olahan makanan masyarakat dunia, termasuk Indonesia Pada umumnya oalahan sapi ini ditemukan dalam bentuk rendang, soto, dan masih banyak lagi.
Olahan makanan daging sapi biasanya berasal dari berbagai bagian potongan tubuh sapi yang tentunya memiliki cita rasa tersendiri. Potongan tubuh sapi yang berkualitas pun diketahui sebagian besar masyarakat hanya pada Tenderloin, Siloin, dan Ribeye.
Namun ternyata, potongan daging berkualitas juga ada di bagian tubuh sapi lainnya. Hal inilah yang melatarbelakangi Christian Haryanto, untuk mengedukasi masyarakat yang dikemas dalam sebuah acara makan bersama.
“Kami ingin edukasi masyarakat khususnya yang ada di Indonesia bahwa daging sapi tidak hanya berkualitas pada bagian Prime Cut.

Potongan lain seperti Chefs Cuts juga berkualitas dan bisa diolah sesuai dengan menu makanan sehingga menjadi menu yang enak,” ujar Christian Haryanto. Chief Representative Indonesia International Markets Meat and Livestock Australia Indonesia ini kemudian memperkenalkan daging sapi berkualitas asal Australia.
Pengenalan itu dilakukan dalam acara yang bertajuk Beef Talk yang dilaksanakan di Canna Resto, Nusa Dua Bali pada Sabtu, 13 Agustus 2022 lalu. Ia memperkenalkan bahwa kualitas daging sapi Australia yang diproduksi oleh True Aussie Beed and Lamb seperti dilansir Tribun Bali.
Lelaki yang akrab disapa Haryanto ini mengatakan kualitas daging sapi Australia sendiri juga sudah tidak perlu diragukan lagi. Daging sapi Australia memiliki banyak varian atau jenis tergantung dari jenis makanannya yang memberikan karakteristik daging yang berbeda-beda.
“Ada jenis sapi yang hanya diberi makan rumput-rumputan ada juga sapi yang hanya diberi makan biji-bijian,” tambahnya.

Kualitas daging sapi Australia juga tidak lepas dari adanya perlakuan yang baik dari sejak lahir. Sapi dirawat, diberi makan, bahkan disembelih pun dengan cara yang baik yang tentunya memperhatikan kaidah-kaidah animal welfare.
“Sapi yang dipotong tidak akan melihat proses pemotongan sapi lain.
Melihat temannya dipotong akan menyebabkan sapi stres karena mereka juga punya empati terhadap teman-temannya,” terang Haryanto. Sapi di Australia juga tidak digunakan untuk membantu pekerjaan manusia karena peruntukannya adalah sebagai bahan makanan. Hal ini kemudian membuat daging sapi Australia menjadi daging yang lebih lembut.
Dalam acara Beef Talk ini, Haryanto memperkenalkan daging sapi dari jenis potongan Chefs Cut atau dikenal dengan secondary cut. Semua daging sapi ini kemudian diolah oleh Chef kenamaan Indonesia, Chef Chandra Yudasswara.
Saat ini, permintaan daging sapi Australia cukup besar terutama peruntukannya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Surabaya.