Banyuwangi Targetkan Belanja Wisatawan Capai Rp 1 Triliun Selama 2022

0

ihgma.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menargetkan angka belanja wisatawan mencapai Rp 1 triliun selama tahun 2022. Menurutnya, target tersebut bisa dicapai dengan mengupayakan wisatawan yang berlibur ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menambah lama tinggalnya atau length of stay.

Demi mencapai target tersebut, para pelaku wisata Banyuwangi diminta mengupayakan lama tinggal selama setidaknya tiga hari dua malam. Adapun tahun lalu, Banyuwangi menerima 2 juta wisatawan dengan length of stay rata-rata dua hari semalam dan total belanja Rp 2,3 milyar.

“Sebelumnya dua hari di Banyuwangi, ke depannya harus tiga hari dua malam, minimal, agar tercapai Rp 1 triliun untuk belanja wisata kita ,” kata Ipuk di Pendopo Banyuwangi, Senin (10/1/2022) seperti dilansir Kompas.

Dia mengatakan akses ke berbagai lokasi di Banyuwangi juga akan diperbaiki dengan sepuluh ribu proyek padat karya selama setahun. Demikian juga dukungan terhadap UMKM, usaha kuliner, dan oleh-oleh yang akan terus dilakukan agar produknya banyak dibeli oleh para wisatawan.

Ilustrasi Surfing di Banyuwangi
Ilustrasi Surfing (Foto: Surfertoday)

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, M Yanuar Bramuda mengatakan, selain menambah lama tinggal, pihaknya juga berupaya meningkatkan jumlah wisatawan yang datang.

Target jumlah pengunjung tahun lalu adalah satu juta orang. Angka itu telah terlampaui dengan realisasi 2 juta orang wisatawan hingga akhir tahun.

Sementara tahun ini, targetnya adalah 2,5 juta kunjungan wisatawan. Kondisinya berbeda dengan sebelum Pandemi Covid-19 yang realisasinya lebih dari lima juta kunjungan.

“Rumus belanja wisatawan agar bertambah, itu jika nginepnya lebih lama. Makan, belanja oleh-oleh, menginap di hotel, menginap di homestay, mereka kan enggak mungkin puasa seharian,” kata Bram, Senin.

Tambah lagi tahun ini diproyeksikan ada peluncuran sejumlah destinasi dan atraksi wisata baru di Kabupaten Banyuwangi. Di antaranya Jatim Park atau Banyuwangi Park, Agrowisata Tamansuruh (AWT) dan Pulau Tabuhan yang tengah dikembangkan, serta atraksi bottom glass di Pantai Grand Watudodol (GWD).

Bram mengatakan, Banyuwangi Park akan dikunjungi wisatawan setidaknya sehari penuh. Demikian juga AWT yang berpotensi membuat betah para wisatawan untuk menghabiskan waktu seharian.

Menurutnya, homestay yang saat ini ada sudah cukup memadai untuk menyambut kedatangan wisatawan. Namun, dengan adanya destinasi dan atraksi baru, kebutuhan penginapan berpotensi bertambah.

“Saya kira dengan upaya strategis ini akan ada lompatan jumlah orang menginap, ya. Tentu dengan lama menginap bertambah, length of stay bertambah, spending juga bertambah,” kata Bram.

Leave A Reply

Your email address will not be published.