Toko Makanan di Jepang Mulai Gunakan Face Id untuk Bayar Barang Belanjaan
ihgma.com – Baru-baru ini, kota Osaka, Jepang terpilih sebagai tuan rumah World Expo 2025. Untuk itu, Osaka telah menyiapkan dan menjalankan banyak tren baru. Termasuk cara membayar dan belanja baru yang hanya menggunakan foto wajah (face id) bahkan ketika pengunjung menggunakan masker.
Mengutip Kumparan dari oranews24, sudah ada kereta Star Wars dengan port untuk mengecas di dalamnya. Selain itu, sekarang sudah ada sistem yang bisa scan wajah para pengendara ketika akan membeli sebuah barang. Tapi bukan sembarang wajah, berkat kemitraan di NEC, yaitu toko baru di Osaka Metro, nantinya akan memungkinkan orang membayar dengan memindai wajah mereka bahkan saat mengenakan masker.
Hal ini memungkinkan, karena Delight NEC tampaknya menggunakan wajah seseorang serta iris matanya untuk mengkonfirmasi identitas mereka. Dari 11 April hingga akhir bulan, toko Metro Opus Umeda akan menawarkan berbagai makanan setiap minggu.
Untuk minggu pertama toko canggih ini akan menyajikan pai dan kue tart dari Pie Queen, yaitu kue pai spesial di Sapporo. Kemudian dari tanggal 18 hingga 24 April, orang-orang dapat membeli sandwich buah dari Momonoki Tokyo dan membayar dengan scan wajah mereka. Pada minggu terakhir uji coba sistem ini, Kentauros Osaka sendiri akan mengisi rak dengan sajian pirozhki.
Meskipun begitu, pelayanan dari orang asli akan tetap ada, tetapi pembayaran dapat dilakukan hanya dengan melihat tablet sejenak. Jika sistem yang saat ini dikembangkan dan kelak akan bekerja sesuai rencana, maka hal itu sangat membantu pelanggan agar tidak mengantre lama.
Toko ini akan buka dari jam 11 pagi sampai jam 9 malam juga, lho. Nah, tetapi bagi masyarakat yang hanya bisa sampai ke lokasi Stasiun Umeda setelah jam kerja, mesin penjual otomatis akan disiapkan di luar toko.
Tidak hanya untuk melakukan pembayaran, menurut Osaka Metro mesin ini pun juga akan menggunakan data untuk mengetahui kebiasaan belanja para konsumen. Misalnya, produk apa yang sering dibeli berdasarkan usia dan jenis kelamin yang berbeda. Namun, Osaka Metro mengatakan bahwa tidak ada informasi pribadi yang digunakan atau disimpan dalam data. Setelah scan wajah selesai pun, semua foto akan dihapus secara otomatis.