Singapura Catat 448 Kasus Omicron, Tertular dari Klaster di Bar

0

ihgma.com, Jakarta –  Singapura terus mencatatkan kenaikan kasus COVID-19 varian Omicron. Sebanyak 448 kasus Omicron terdeteksi di Singapura hingga saat ini. Menurut Kementerian Kesehatan, dari jumlah itu sebanyak 369 kasus impor dan 79 infeksi lokal.

Kementerian Kesehatan juga mengumumkan bahwa klaster Omicron COVID-19 terkait dengan 10 kasus di bar River Valley Road yang telah terdeteksi. Kasus utama di cluster, berasal dari seorang pelancong yang tiba di Singapura pada 14 Desember dari Amerika Serikat melalui penerbangan jalur perjalanan yang divaksinasi (VTL) seperti dilansir Tempo.

Saat kedatangannya, pelancong tersebut telah dites Covid-19 dengan hasil negatif. Namun pada 18 Desember 2021, dia dites positif untuk COVID-19.

Pelancong itu bertemu dengan seorang rekan yang diidentifikasi sebagai kasus 281477, pada 15 Desember. Rekan tersebut kemudian berkunjung ke The Vinyl Bar di 266 River Valley Road pada 17 Desember.

Penyelidikan epidemiologi Kementerian Kesehatan menemukan bahwa Kasus 281477 kemungkinan menularkan Omicron ke anggota staf di bar. Ia diidentifikasi sebagai Kasus 281876, serta tiga pelanggan yang berada di bar malam itu, yang dikenal sebagai Kasus 282091, 282143 dan 282178.

“Kasus 282091 kemudian menginfeksi empat anggota rumah tangga,” kata Depkes.

Sebanyak 10 kasus yang terkait dengan klaster tersebut telah divaksinasi sepenuhnya. Mereka memiliki gejala ringan atau tanpa gejala, menurut Kementerian Kesehatan. Kini Kementerian Kesehatan sedang mengamankan kasus melalui pelacakan kontak.

“Staf dan pengunjung The Vinyl Bar yang diketahui memiliki kontak dekat akan dikarantina,” kata Depkes.

“Sebagai tindakan pencegahan, staf lain dan pengunjung bar pada saat yang sama dengan Kasus 281477 pada 17 Desember akan dihubungi oleh Depkes untuk tes reaksi rantai polimerase (PCR) yang ditargetkan satu kali.”

Semua pengunjung bar disarankan oleh pemerintah Singapura memantau kesehatan mereka dengan cermat dan meminimalkan interaksi sosial sejauh mungkin selama 14 hari sejak tanggal kunjungan mereka. “Mereka dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika merasa tidak enak badan,” kata Depkes.

Vinyl Bar mengatakan dalam menanggapi pertanyaan dari CNA bahwa itu ditutup untuk pembersihan mendalam, desinfeksi dan sanitasi, dan bahwa semua staf akan menjalani pengujian PCR.

Leave A Reply

Your email address will not be published.