Ribuan Turis Kunjungi Gili Trawangan per Hari, Kanwil NTB Dirikan Tim Pengawasan Orang Asing

0

ihgma.com, Mataram – Ribuan turis asing berbagai negara mengunjungi Gili Trawangan di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat.

Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan di Gili Trawangan mencatat setiap hari terdapat  3.000 hingga 5.000 Warga Negara Asing mengunjungi daerah itu dan dua gili lain di seputarnya yakni Gili Meno dan Gili Air.

Oleh sebab itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Barat (NTB) Romi Yudianto menyatakan pihaknya mendirikan Pos Tim Pengawasan Orang Asing (Pos Timpora). Pos tersebut berada di bawah pengawasan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram.

“Pelayanan keimigrasian dan pengawasan Warga Negara Asing sebagai wisatawan itu diharapkan meningkatkan investasi dan mendongkrak pariwisata yang sudah dibuka pasca-pandemi Covid-19,”kata Romi seperti dilansir dariTempo, Rabu, 23 Agustus 2023.

Ribuan turis berlibur ke Gili Trawangan Nusa Tenggara Timur. Selasa 22 Agustus 2023.FOTO:AYU CIPTA I TEMPO.
Ribuan turis berlibur ke Gili Trawangan Nusa Tenggara Timur. Selasa 22 Agustus 2023.FOTO:AYU CIPTA I TEMPO.
Unit Kerja Imigrasi Jemput Bola ke Pulau Moyo  ‘Lady Di’

Untuk terus memperbaiki iklim wisata di NTB, tak hanya Pos Tim Pora di Gili Trawangan yang didirikan, tapi juga dioperasikan Unit Kerja Layanan Imigrasi di Pulau Moyo. “Menyusul Gili Trawangan, kami jemput bola mendirikan Unit Kerja layanan Keimigrasian di Pulau Moyo,”ujar Romi.

Pulau Moyo menawarkan panorama eksotik dan pernah dikunjungi Lady Diana dan banyak pesohor dunia lainnya seperti Mick Jagger dan David Bowie. Pulau eksklusif ini diharapkan berkembang pesat seperti Labuan Bajo, Amaratua dan Gili Trawangan.Hal itu tentu ke depan akan menjadi daya tarik wisatawan  asing seiring ketersediaan fasilitas, terutama transportasi pendukung ke Pulau Moyo.

“Dengan dibukanya unit kerja pelayanan Keimigrasian di sana, maka akan membantu meningkatkan nilai investasi dan pertumbuhan pariwisata di NTB,” tutur Romi.

Romi menjelaskan Unit Kerja Keimigrasian di Pulau Moyo merupakan cikal bakal dibangunnya Kantor Imigrasi  berskala kecil. Unit kerja itu kini dalam pengawasan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa.

Foto ilustrasi: Gili Trawangan tempat wisata di NTB.
Foto ilustrasi: Gili Trawangan tempat wisata di NTB. (ist)

Mengingat jarak tempuh yang cukup jauh dari Pulau Moyo ke Pulau Sumbawa, maka UK Imigrasi Pulau Moyo tidak lagi sebatas pelayanan dan pengawasan orang asing saja. Lebih dari itu, juga disediakan layanan keimigrasian seperti paspor bagi warga setempat dan izin tinggal bagi WNA serta  penyebaran informasi keimigrasian.

“Di sana juga tersedia layanan Kemenkumham. Kami punya program dengan slogan Kumham Bergerak, Imigrasi Menyapa, Yankum Mengajari, Pendaftaran Merek dan Bantuan Penyuluhan Hukum,” ujar Romi.

Adapun Kanwil Kemenkumam NTB menargetkan dengan adanya UK Pulau Moyo ini, sejumlah kemudahan seperti layanan komunikasi masyarakat  (Yankomas), pendaftaran merek, konsultasi pengaduan HAM, konsultasi apostille dan layanan dokumen, konsultasi pos bantuan hukum (Posbakum) bisa dilakukan di unit kerja  tersebut.

Terobosan ini juga bagian dari upaya jemput bola Kanwil NTB dalam memulai pelayanan dan pengawasan. “Sejalan dengan visi Kemenkumham, dalam hal memberi pelayanan di pulau terpencil. Memberikan peluang kepada mereka  sehingga orang asing merasakan  kemudahan dalam pelayanan dan aman karena terawasi secara humanis,” kata Romi.

Ilustrasi 3 Gili Lombok

Namun semua itu tidak lepas dari korodinasi dengan pemangku kebijakan seperti TNI, Polri  dan Dinas Pariwisata Pemda setempat.

13 Fast Boat dari Bali – Gili Trawangan Disiapkan

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram  Pungki Handoyo  mengatakan seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan asing ke Pulau Gili Mano, Air dan Trawangan (Gili Matra), maka lalu lintas jalur laut Bali-Gili Trawangan  di Pulau Lombok pun meningkat tajam.

“Kanim Imigrasi  Mataram  mencatat  terdapat sekitar 13 kapal yakni fast boat yang menyediakan jasa penyebrangan dari Serangan (Bali) menuju Komplek Gili Matra,”kata Pungki dihubungi terpisah.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan serta dari kepala dusun setempat, perpindahan WNA dari Komplek Gili Matra menuju Bali maupun sebaliknya dalam satu hari diperkirakan sejumlah 3.000 – 5.000 orang.

Pada high season (Juli – September) diperkirakan lebih dari 5.000 orang wisatawan asing akan datang setiap harinya   Jumlah itu akan bertambah hingga akhir bulan September.

“Posko Tim Pora Kabupaten Lombok Utara ini kami dirikan sebagai wujud nyata dari kehadiran Imigrasi dan juga Tim Pora di wilayah Gili Terawangan sehingga dapat dengan cepat dan sigap untuk menangani berbagai permasalahan WNA yang sering terjadi di Gili Terawangan ini, ” kata Pungki.

Dengan didirikannya Posko Tim Pora  Kabupaten Lombok Utara di Gili Terawangan ini diharapkan dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan pengawasan orang asing di Gili Terawangan.

“Kami akan mengusahakan  penambahan  fungsi untuk menjadi Pos Pelayanan bagi WNA sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih banyak lagi demi keamanan dan kenyamanan pariwisata dan tentunya meningkatkan perekonomian masyarakat di Pulau Lombok,”kata  Pungki Handoyo.

Leave A Reply

Your email address will not be published.