ihgma.com – Penyelenggaraan berbagai event besar di Kota Bandung berdampak positif terhadap sektor pariwisata. Tingkat okupansi hotel dilaporkan mencapai 70 hingga 80 persen selama akhir pekan, seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke kota tersebut.
“Alhamdulillah, tingkat okupansi hampir 70 hingga 80 persen. Nanti akan diukur lebih tepat, karena hari ini salah satu Deputi Menteri Pariwisata akan datang untuk mengevaluasi kinerja industri pariwisata di Kota Bandung,” ujar Wali Kota Bandung, M. Farhan, di Balai Kota Bandung, seperti dikutip dari berita RRI pada Senin (21/7/2025).
Farhan menambahkan, proses evaluasi juga akan melibatkan Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Tujuannya untuk menyusun pengukuran berbasis data komposit terhadap perekonomian Kota Bandung secara menyeluruh.
Ia menjelaskan bahwa sinergi antara sektor publik dan swasta terus dikembangkan. Saat ini, beberapa investor dan pelaku industri mulai membangun ekosistem berbasis teknologi di Kota Bandung.
“Teman-teman dari swasta, termasuk para investor, akan mulai membangun ekosistem blockchain di Bandung. Jadi, 15.000 pelari itu bukan hanya manusia, tapi juga sumber data. Perilaku mereka selama di Bandung ke mana saja, belanja apa, tinggal di mana akan dikumpulkan dan dianalisis,” katanya.
Dikatakan Farhan, data tersebut akan menjadi aset berharga untuk memetakan perilaku wisatawan. Hal itu juga sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan pengembangan destinasi wisata di Bandung.
” Sejumlah perusahaan multinasional disebut telah menyatakan minat untuk mengolah dan memanfaatkan data tersebut demi mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kota ini,” katanya.
Dengan capaian okupansi hotel yang tinggi dan perencanaan berbasis data yang kuat, Pemerintah Kota Bandung optimistis pariwisata akan menjadi sektor andalan. Pariwisata diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kota secara berkelanjutan.