Libur Nataru Berakhir, Menparekraf Beri Empat Catatan Evaluasi Penerapan Protokol Kesehatan

0

ihgma.com, Jakarta – Terdapat perbedaan antara momen Natal dan Tahun Baru (nataru) kali ini dimana momen tersebut bertepatan terjadi pada akhir pekan (sabtu-minggu), walaupun demikian pemerintah tetap waspada.

Hal ini dikarenakan pada masa kebiasaan baru seperti saat ini masyarakat sudah mulai terbiasa dengan budaya kerja Work From Home dan Distance Learning sehingga pekerjaan/aktivitas yang tadinya menuntut kehadiran dapat dilakukan secara jarak jauh.

“Saya mengapresiasi antusiasme masyarakat berlibur di masa liburan Natal dan Tahun Baru.

Dengan melakukan kegiatan wisata dan ekonomi kreatif di dalam negeri akan berdampak positif terhadap kebangkitan ekonomi dalam negeri, dengan terbukanya lapangan kerja,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam kegiatan konferensi pers mingguannya, Senin (3 Januari 2022) di Jakarta.

Pura Penataran Agung Bali
Ilustrasi wisatawan di Pura Penataran Agung Lempuyang, Karangasem, Bali.(Shutterstock/TomasHylak)

 

Walaupun belum ada hitungan yang pasti, namun jika dibandingkan tahun sebelumnya (2020), diprediksi Natal dan Tahun Baru pada 2022 ini masih lebih baik.

Di tahun ini, masyarakat sudah mulai berani travelling dan Covid-19 juga sudah terkendali dikarenakan perluasan vaksinasi yang telah diupayakan sepanjang tahun 2021.

Namun, kita harus tetap waspada terhadap varian baru Omicron yang menyebar lebih masif.

“Kemenparekraf Bersama K/L lain terus melakukan evaluasi terhadap momen-momen yang sekiranya memiliki potensi terjadinya penularan sehingga menimbulkan lonjakan kasus dan kembali menuntut kita untuk melakukan pembatasan-pembatasan yang lebih ketat lagi,” imbuh Menparekraf Sandiaga Uno.

Momen terkendalinya pandemi di Indonesia saat ini harus terus dijaga bersama dengan turut serta melibatkan masyarakat.

Pada saat momen nataru, sebenarnya seluruh jajaran aparatur pusat dan daerah telah mengawal ketat terhadap potensi kerumunan yang mungkin terjadi di beberapa titik rawan.

“Penutupan beberapa lokasi yang umumnya menjadi tempat perayaan sudah dilakukan dengan sangat baik, bahkan dibeberapa daerah kita sama-sama melihat ketegasan pemerintahnya dalam mengamankan lokasi-lokasi tersebut dengan melakukan penjagaan dan pembubaran massa yang berkumpul,” jelas Sandiaga Uno.

Labuan Bajo
Ilustrasi Labuan Bajo

 

Terkait dengan penerapan protokol Kesehatan di tempat wisata pada saat libur natal dan tahun baru, berdasarkan pengamatan kami, ada beberapa hal yang harus digarisbawahi :

• Penerapan prokes seperti halnya menggunakan masker dengan baik dan benar serta menjaga jarak/menghindari kerumunan cukup mengkhawatirkan, utamanya di ruang publik atau pada pintu-pintu masuk, serta tempat lainnya yang memicu antrian. Selain itu, masyarakat cenderung abai menggunakan masker terutama Ketika berwisata di tempat-tempat terbuka atau alam bebas.

• Penggunaan aplikasi Peduli Lindungi (PL) belum optimal. Masih ditemukan pengunjung tidak menggunakan atau tidak diarahkan untuk menggunakan aplikasi PL oleh pengelola dan juga kendala untuk DTW yang tidak memiliki cakupan sinyal yang baik.

• DTW umumnya selalu penuh pada saat akhir pekan. Pada Malam pergantian Tahun baru 2021 aktivitas di DTW cenderung lebih terkendali, DTW akan dipadati pengunjung di keesokan harinya (Pagi hingga sore) – Tanggal 1 Januari 2022.

Desa Tetebatu Lombok Timur
Ilustrasi Desa Tetetbatu Lombok Tmiur. (foto: melampa.com)

 

• Melihat dari halaman satgas covid-19 terkait dengan penerapan protokol Kesehatan, utamanya penggunaan masker dan juga menjaga jarak serta menghindari kerumunan, terdapat beberapa Provinsi yang sudah menerapkan dengan baik pengendalian protokol Kesehatan tersebut, yakni:

a. Provinsi dengan Persentasi Penggunaan Masker dengan baik dan benar:

1. Kalimantan Utara (99,52%)

2. Maluku (98,56%)

3. Kepulauan Riau (97,55%)

4. Sulawesi Tengah (97,50%)

5. Bali (97,30%)

b. Provinsi dengan Persentase

Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan dengan baik dan benar:

1. Sulawesi Tengah (100%)

2. Kalimantan Utara (99,56%)

3. Kepulauan Riau (97,96%)

4. Gorontalo (96,69%)

5. Bali (95,79%)

“Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan ada tambahan 68 kasus konfirmasi Omicron, sehingga total kasus konfirmasi di Indonesia sebanyak 136 orang per 31 Desember 2021. Kemenparekraf akan terus menggiatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” tutur Menparekraf Sandiaga Uno.

Kamojang Green hotel & Resort
Kamojang Green hotel & Resort (foto: doc: Kamojang Green Hotel & Resort)

 

Penerapan kenormalan baru dalam kegiatan menjadi kunci. Bahwa terkendalinya pandemi berarti pulihnya ekonomi, bisa kita pastikan kalau kita taat dan patuh prokes.

Angka penularan kasus baru bisa ditekan dan kita bisa berkegiatan dengan kewaspadaan jadi itu yang saya harapkan.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada masyarakat, silakan berkegiatan pariwisata tapi dengan bertanggung jawab. Saya juga mengingatkan agar masyarakat menunda bepergian ke luar negeri di masa liburan ini dan memilih berlibur DiIndonesiaAja,” kata Sandiaga Uno.

Sejumlah destinasi wisata ramai sepanjang libur Nataru, apalagi kegiatan belajar mengajar juga libur hingga awal Januari 2022.

Adapun beberapa data tempat wisata di Jakarta:

• Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara dengan 18.000 jumlah kunjungan pada Sabtu (25/12/2021) lalu. Pada Sabtu (1/1/2022), ada 9.000 pengunjung memadati Ancol di hari libur tahun baru 2022 ini.

• Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur yang melaporkan jumlah kunjungan mencapai 14.000 pengunjung pada Minggu (26/12/2021). Pada Sabtu (1/1/2022), TMII dipadati 15.741 pengunjung dan pada Minggu (2/1/2022) dikunjungi 16.137 orang.

oto: Menparekraf, Sandiaga Uno saat pembukaan JaKreatiFest 2021.
oto: Menparekraf, Sandiaga Uno saat pembukaan JaKreatiFest 2021. (Tangkapan Layar Youtube BI Jakarta)

 

• Ada 17.866 pengunjung yang datang ke Taman Margasatwa Ragunan pada Sabtu (1/1/2022). Pada Minggu (2/1/2022), tercatat sebanyak 16.909 pengunjung mendatangi Ragunan.

“Begitu pula di Bali. Meski jumlah turis asing masih sangat sedikit, wisatawan domestik semakin ramai berdatangan ke Bali,” tambah Sandiaga Uno.

Salah satu daerah yang paling banyak dikunjungi adalah Nusa Penida.

Saat akhir pekan Natal kemarin, ada sekitar 1.000 wisatawan yang menyambangi Nusa Penida.

Terkait jumlah kunjungan wisatawan ke Bali saat libur Nataru, bila melihat arus balik, Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I, Taufan Yudhistira menyebutkan, dari data yang dimiliki pihaknya, jumlah keberangkatan penumpang pada Sabtu 1 Januari 2022 sebanyak 11.271 orang yang diangkut dengan 81 penerbangan.

Dengan berakhirnya masa liburan akhir tahun, diprediksi jumlah keberangkatan akan meningkat.

Diprediksikan, ada sekitar 15 ribu lebih penumpang yang akan meninggalkan Bali.

Rata-rata kunjungan diprediksi akan meningkat 2-3 kali lipat saat libur Nataru 2022.

Ilustrasi Arung Jeram(Shutterstock)

 

Selain itu, SurveySensum 2021 Holiday Shopping Trends Report turut mencatat, sebanyak 42 persen dari 500 responden sudah merencanakan liburan akhir tahun mereka dengan anggaran yang lebih besar dari akhir tahun 2020.

Untuk okupansi hotel, dari data-data yang saya dapatkan seperti dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaporkan terdapat kenaikan okupansi pada malam pergantian tahun, meski tidak merata.

Tingkat keterisian tetap lebih tinggi daripada tahun lalu meski pemerintah memutuskan menghapus cuti bersama.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran memperkirakan tingkat okupansi pada akhir tahun secara nasional bisa mencapai target kenaikan 5 sampai 10 persen, terlepas dari ketiadaan cuti bersama.

Tahun lalu, rata-rata keterisian hotel pada Desember hanya di kisaran 40 sampai 50 persen.

Wakil Ketua Bidang Budaya Lingkungan dan Humas, Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya menyebutkan pada Libur Natal lalu rata-rata tingkat hunian (okupansi) kamar hotel secara regional Bali mencapai 55 persen, dengan 95 persen yang memenuhi okupansi adalah wisatawan nusantara.

Pantai Kelingking, Nusa Penida
Pantai Kelingking, Nusa Penida ((dok. Shutterstock/ Guitar photographer)

 

Disebutkan jumlah rata-rata mengingat okupansi di setiap kawasan pariwisata memiliki perbedaan, seperti Nusa Dua yang okupansi mencapai 60 persen, Canggu 70 persen dan Kuta ada yang di bawah 50 persen.

Ketua Perhimpunan Perhotelan dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, memprediksi reservasi hotel ini justru akan meningkat di Januari dan Februari 2022.

Di Yogyakarta, Peningkatan reservasi hotel usai libur tahun baru sudah mencapai lebih dari 40-60 persen.

Tingkat reservasi ini tidak hanya untuk hotel berbintang, namun juga hotel non bintang.

Meningkatnya reservasi ini dikarenakan adanya pembatasan-pembatasan yang diberlakukan saat libur tahun baru.

Tingkat okupansi hotel di Kota Bandung pada malam tahun baru 2022 juga mencapai angka maksimal.

Ketua Himpunan Humas Hotel Bandung (H3B), Rikky Sugiarto mengatakan, sebanyak 50 hotel yang tergabung dalam H3B saat ini dalam kondisi penuh.

Sesuai peraturan yang berlaku saat ini okupansi hotel diberi batas 75 persen oleh Pemkot Bandung.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.