Kunjungan Wisatawan ke Pantai Pangandaran Turun Drastis

0

ihgma.com – Kunjungan wisatawan ke Pantai Pangandaran menurun drastis, suasana pantai yang setiap harinya selalu ada aktivitas pengunjung, kini lengang dan sepi.

Kondisi yang berbanding terbalik dengan tren peningkatan perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) di Jawa Barat secara keseluruhan.

Hal itu tergambar dalam data Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel non-bintang di Pangandaran menjadi yang terendah di provinsi tersebut, hanya mencapai 8,82% pada Oktober 2025.

Akbar Sadhi, seorang penjual kelontong dan oleh-oleh, mengaku tahun ini memang terasa berat. Ia terpaksa memutar otak dengan mencari usaha sampingan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Biasanya hari biasa juga ada pengunjung, sekarang mah sepi banget. Paling kita andalan itu di Sabtu-Minggu,” ungkap Akbar seperti dikutip dari Bisnis.

Dia menyebut kondisi sepi ini juga dialami oleh sebagian besar pengusaha lain yang menggantungkan pendapatan dari kunjungan wisatawan.

Direktur Grand Pangandaran, Alip Joko Surajiyanto, membenarkan bahwa kunjungan wisatawan ke Pangandaran memang sedang lesu.

Untuk mendongkrak kembali kunjungan, dia mendorong Pemerintah Kabupaten Pangandaran agar segera memiliki Calendar of Event (CoF) yang terencana.

“Daerah lain itu punya banyak agenda kegiatan yang mengundang wisatawan datang. Pangandaran kayaknya harus mulai seperti itu agar wisatawan berdatangan,” jelas Alip.

Alip menilai Pangandaran memiliki potensi besar, baik secara kebudayaan maupun geografis, untuk menyelenggarakan agenda pariwisata yang melibatkan massa besar.

Dia menambahkan, setiap agenda yang melibatkan banyak massa harus tertata dengan baik dan dipublikasikan kepada publik agar berdampak langsung pada kunjungan.   Selain itu, Alip menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur untuk kemudahan akses menuju Pangandaran, seperti reaktivasi jalur kereta dan pembangunan Tol Cigatas.

“Kalau itu salah satunyq sudah bisa direalisasikan, maka satu katalisator sudah bisa dioptimalkan,” tegasnya.

Secara statistik, penurunan di Pangandaran terjadi di tengah kinerja positif perjalanan wisnus Jawa Barat. BPS merilis bahwa jumlah perjalanan wisnus pada Oktober 2025 mencapai 17,04 juta, naik 0,10% secara bulanan dan melonjak 24,03% secara tahunan.

Fungsional Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Barat, Ninik Anisah, menjelaskan, secara kumulatif jumlah perjalanan wisnus Januari-Oktober 2025 mencapai 175,57 juta perjalanan atau naik 28,73% dibandingkan periode yang sama 2024 yang hanya mencapai 136,39 juta perjalanan.

Meskipun total perjalanan wisnus meningkat, BPS mencatat bahwa daerah tujuan utama wisnus di Jawa Barat masih terpusat di Bodebek dan Bandung Raya, yang menyumbang 51,71% dari total perjalanan.

“Hal ini terlihat dari TPK hotel bintang yang pada Oktober 2025 mencapai 50,24%, naik 4,58 poin dari bulan sebelumnya, meskipun mengalami penurunan 3,61 poin dibandingkan Oktober 2024,” ungkapnya.

Sebaliknya, TPK hotel non-bintang di Jawa Barat mengalami penurunan, yaitu mencapai 22,26%. Dalam kategori ini, Kabupaten Pangandaran menempati posisi terendah di Jawa Barat dengan TPK hanya 8,82%.

Sementara itu, BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu (RLMT) domestik sepanjang Oktober 2025 adalah 1,32 malam.

Leave A Reply

Your email address will not be published.