Inovasi Sandal Khusus Wisatawan ke Borobudur dipercaya Dapat Buka Peluang Usaha

0

ihgma.com – Guna menjaga kelestarian dan keutuhan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia, sandal khusus akan hadir yang diperuntukkan bagi wisatawan yang akan naik ke struktur Candi Borobudur.

Sandal yang akan diproduksi oleh pelaku ekonomi kreatif di sekitar kawasan Borobudur, khususnya UMKM ini, akan membuka peluang usaha sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno usai melakukan Rakor Percepatan Pembangunan DPSP Borobudur serta peninjauan Concourse pada zona 2 Candi Borobudur, yang merupakan bagian dari penataan kawasan Borobudur sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) oleh KemenPUPR.

“Sesuai petunjuk dari Balai Konservasi, kita akan mulai menerima kunjungan wisatawan 4.000 orang di pelataran dan 1.000 orang yang bisa naik ke Candi dengan menggunakan sandal yang sesuai dengan yang ada di relief nomor 150 Karmawibhangga,” kata Menparekraf Sandiaga Uno melalui siaran pers seperti dilansir Industry.

Borobudur
Suasana kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa 29 Juni 2021. PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC-Persero) kembali melakukan penutupan sementara operasional Taman Wisata Candi Borobudu mulai tanggal 29 Juni guna mendukung pelaksanaan PPKM Mikro dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

 

Sandal yang oleh Balai Konservasi Borobudur diberi nama Upanat ini wajib digunakan wisatawan yang akan naik ke Candi agar tidak merusak tangga dan struktur bangunan lainnya yang ada di Candi.

Namun lebih dari itu, sandal ini akan membuka peluang usaha masyarakat karena sandal-sandal ini akan diproduksi UMKM dengan menggunakan bahan-bahan yang juga ada di kawasan Borobudur.

“Dengan diproduksinya sandal ini diperkirakan akan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja. Kita akan pastikan bahwa ini adalah kebangkitan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat karena masyarakat sudah betul-betul membutuhkan kebangkitan ekonomi khususnya di kawasan Borobudur,” kata Sandiaga.

“Ini adalah kebangkitan ekonomi terbukanya lapangan kerja dengan kelestarian yang dijaga. Konservasi yang pasti akan kita prioritaskan dan juga harapannya ini bagian daripada pemenuhan kebutuhan masyarakat karena masyarakat sudah lebih dari dua tahun menghadapi pandemi. Mari kita giatkan kembali dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga.

Candi Borobudur
Candi Borobudur (Shutterstock.com)

 

Terkait penataan kawasan Borobudur, Menparekraf Sandiaga menyampaikan apresiasi karena penataan yang dilakukan akan memberikan kenyamanan bagi wisatawan untuk berkunjung.

Salah satunya adalah penataan Concourse pada zona 2 Candi Borobudur. Selain itu juga penataan gerbang masuk kawasan Candi Borobudur seperti Gerbang Palbapang dan Gerbang Kembang Limus.

“Saya pastikan bahwa pembangunan ini tidak menyalahi guidance, tidak menyalahi kaidah dan ini kita lakukan sepenuhnya dengan konsultasi terhadap pihak-pihak yang berkompeten jadi dapat kita pastikan bahwa pembangunan ini semua dalam lingkup koridor yang sudah ditetapkan melalui pelestarian Borobudur,” kata Sandiaga.

Ia menjelaskan, pembangunan Gerbang Palbapang sudah 100 persen, tinggal kesiapan dari pemerintah daerah untuk menyiapkan pengoperasian serta pemeliharaan.

“Concourse kita lihat ini sudah 97 persen, tinggal dikit dirapikan. Tapi pada intinya kami berpendapat bahwa progres yang sudah dicapai Borobudur sudah sangat signifikan dan ini perlu kita beri apresiasi,” kata Sandiaga.

Sandal Khusus untuk Wisatawan di Candi Borobudur (Kemenparekraf)
Sandal Khusus untuk Wisatawan di Candi Borobudur (Kemenparekraf)

 

Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati, menjelaskan, nantinya wisatawan memang akan dapat berkunjung hingga ke struktur terbatas Candi Borobudur dengan jumlah terbatas dan menggunakan sandal khusus yang diberi nama Upanat. Namun untuk waktu tepatnya, masih akan ditentukan lebih lanjut.

“Karena masih ada yang harus diselesaikan untuk kita membuka Candi Borobudur untuk bisa naik ke struktur terbatas pengunjungnya,” kata Wiwit.

Pengunjung yang naik nantinya juga wajib didampingi pemandu yang akan menjelaskan secara lebih rinci. Terutama informasi tentang Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang memiliki outstanding universal value.

Bekerja sama dengan Taman Wisata Candi, pihaknya juga telah membuat travel pattern sehingga pengunjung yang naik ke zona 1 sudah ditentukan titik-titik mana yang bisa mereka pilih untuk dikunjungi dengan bebagai tema berdasarkan relief yang ada di candi. Mulai dari tema flora, fauna, kemaritiman, wellness, dan lainnya.

“Begitu juga dengan zona 2, juga disajikan berbagai tema dan nanti wisatawan akan kita arahkan keluar ke kawasan desa-desa, sehingga masyarakat dapat menerima pemanfaatan. Ini salah satu pola distribusi pengunjung guna menjaga kelestarian Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia,” kata Wiwit.

Sementara Corporate Secretary Taman Wisata Candi (TWC), Emilia Eny Utari, juga mengapresiasi penataan yang dilakukan karena akan membuat pengunjung lebih nyaman.

“Kami berharap kita bisa berkolaborasi untuk mempersiapkan. Tadi juga akan ada sandal khusus yang merupakan satu fasilitas pendukung sehingga bisa berikan pengalaman baru sehingga mereka yang datang ke Candi Borobudur, pulang bisa bawa suvenir sandal yang bagus,” tukas Emilia.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.