Gubernur Bali: Kalau Sudah Selesai Ini Turyapada Tower, Paling Mantap

0

ihgma.com, Denpasar – Turyapada Tower yang berlokasi di Sukasada, Buleleng Bali diyakini Gubernur  Bali, Wayan Koster dapat menggaet wisatawan mancanegara setelah rampung proses pembuatannya.

Dikutip Tribun Bali dari hutamakarya.com, Proyek Taman Teknologi Menara Turyapada ini memiliki tinggi bangunan 115 meter yang terletak pada ketinggian 1.521 m dari permukaan laut.

Sehingga total ketinggian Menara adalah 1.636 m dari permukaan laut.

Paska rampung, pada puncak Menara akan dijadikan tempat pemasangan infrastruktur terpadu dan multi fungsi, yang terdiri dari layanan TV Digital terrestrial, telekomunikasi seluler, internet, dan komunikasi radio komunitas.

Turyapada Tower direncanakan bakal selesai pada Desember 2023. Target tersebut termasuk pembangunan  menara, fasilitas dan infrastruktur di kawasan sekitarnya.

“Akhir tahun, selesai (pembangunan) Turyapada tower. Kalau sudah selesai ini Turyapada tower, paling mantap. Keren,” kata Koster ketika ditemui di kantor perwakilan Bank Indonesia beberapa waktu lalu.

Namun Koster belum membeberkan fasilitas apa saja yang dibangun di kawasan sekitar Turyapada Tower. Yang pasti, ia meyakini setelah rampung menara yang diklaim tertinggi di Bali tersebut bisa menyedot lebih dari 3 ribu wisatawan per hari.

Kalau ( Turyapada Tower) ini sudah jadi, wisatawan akan datang ke sana. (Soal wisatawan yang akan datang) tidak bisa ditarget. Kalau (menara Turyapada) daya tariknya seperti itu, bisa 2.000-3.000 (wisatawan). Bisa lebih,” sambungnya.

Turyapada Tower, diklaim Koster bakal menjadi menari palik ikonik se-Indonesia dan memilih fasilitas terlengkap di dunia. Beberapa fasilitas yang akan dibangun antara lain, restoran putar, restoran statis, planetarium, skywalk, dan jembatan kaca.

Bahkan, gubernur asal Desa Sambiran, Buleleng itu menyebut Turyapada Tower tak kalah dengan Tokyo Tower, Menara Eiffel, Toronto Tower, hingga Macau Tower. Pembangunan menara yang berlokasi di Buleleng itu menelan biaya Rp 450 miliar yang sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali.

Namun, secara total beserta pembangunan kawasan di sekitarnya, akan menghabiskan lebih dari Rp 500 miliar.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.