Fenomena di Bali, Diam-Diam Penambahan Kamar Hotel Baru Terus Anjlok

0

ihgma.com, Jakarta – Industri pariwisata di Bali dilaporkan menghadapi tantangan dari segi keterbatasan pasokan kamar hotel baru. Kondisi ini terjadi di tengah lonjakan kunjungan wisatawan yang masuk ke Bali.

Dalam laporan kuartalan edisi April 2024, Colliers mencatat, ada lonjakan signifikan turis selama musim libur Lebaran 2024 ke Bali. Terutama, turis domestik. Kondisi ini diprediksi bakal berlanjut hingga akhir tahun.

“Hingga tahun 2025, ketersediaan akomodasi baru hotel di Bali diprediksi bakal langka,” demikian mengutip Quarterly Hospitality Services Forecast Report Colliers edisi April 2024, seperti dikutip dari CNBC Indonesia pada  Rabu (8/5/2024).

Dalam laporan tersebut, Colliers mencatat, ada penambahan 457 kamar hotel baru di Bali. Hingga akhir tahun diprediksi akan ada penambahan 507 kamar baru. Secara rata-rata, Colliers memperkirakan penambahan kamar hotel baru di Bali pada tahun 2024-2026 sekitar 214 unit.

Penambahan 457 unit kamar baru tersebut adalah hasil renovasi. Saat ini, menurut Colliers, ada 58.854 unit kamar hotel di Bali. 24% diantaranya adalah kelas bintang 3, lalu kelas 4 ada 42%, dan 34% merupakan bintang 5.

“Dalam catatan kami, rata-rata penambahan pasokan hotel baru di Bali secara tahunan terus menurun. Sebelum pandemi (2015-2019), rata-rata pertumbuhan sebanyak 1.900 kamar per tahun. Namun, antara tahun 2020 sampai kuartal pertama tahun 2024, tingkat pertumbuhannya anjlok menjadi 136 kamar per tahun,” tulis Colliers.

“Selain itu, banyak hotel ditutup secara permanen selama pandemi, yang kemudian memengaruhi pasokan yang tersedia,” sebut Colliers.

Kondisi itu, di satu sisi, disebut menguntungkan pelaku bisnis perhotelan, seiring dengan berkurangnya persaingan dengan peningkatan kunjungan wisatawan.

“Namun demikian, wisatawan mulai menyuarakan keluhannya terhadap Bali yang menjadi terlalu ramai dan padat, menyebabkan kondisi tidak nyaman. Apalagi mahalnya tiket pesawat lokal ke
Bali telah mendorong wisatawan untuk mencari alternatif tujuan liburan dianggap lebih hemat biaya,” tulis Colliers.

Colliers memprediksi, kinerja hotel di Bali akan kembali meningkat pada kuartal kedua tahun 2024 dengan adanya musim libur Idulfitri. Diperkirakan cukup banyak wisatawan domestik yang akan memilih Bali sebagai destinasi liburannya, disusul kunjungan turis dari Eropa pada musim panas dan wisatawan dari negara-negara Asia Pasifik menjelang akhir tahun.

“Secara statistik, industri perhotelan Bali telah kembali ke level sebelum pandemi dan bahkan melampaui kinerja tahun 2019,” tulis Colliers.

“Namun, penting untuk dicatat bahwa selama pandemi, banyak hotel di Bali terpaksa berhenti beroperasi, sehingga mengurangi persaingan di sektor perhotelan,” demikian catatan Colliers.

Leave A Reply

Your email address will not be published.