Emiten Happy Hapsoro (PSKT) PHK Karyawan & Tutup Sementara Hotel Pusako

0

ihgma.com – Emiten terafiliasi Happy Hapsoro, PT Red Planet Indonesia Tbk. (PSKT), berencana melakukan penghentian operasional Hotel Pusako Bukittinggi. Lewat aksi tersebut, perseroan menegaskan bahwa PHK karyawan menjadi salah satu opsi manajemen.

Melansir keterbukaan informasi, Corporate Secretary Red Planet Indonesia Seandy Khusen, menerangkan bahwa rencana penghentian operasional Hotel Pusako Bukittinggi telah disepakati oleh rapat direksi pada 10 November 2025. Penghentian operasional tersebut dilakukan dalam tujuan renovasi fasilitas dan perbaikan infrastruktur.

“Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan renovasi menyeluruh terhadap fasilitas hotel guna menjaga standar kualitas layanan dan keselamatan tamu,” katanya dalam keterbukaan informasi, seperti dikutip dari berita Bisnis pada Rabu (12/11/2025).

PSKT menerangkan bahwa renovasi tersebut bakal mulai dijalankan pada 1 Januari 2026. Namun, manajemen tidak menerangkan rentang waktu proses renovasi bakal dilakukan. Seandy hanya menerangkan bahwa renovasi akan dilakukan dalam waktu dekat dengan jangka waktu yang akan ditentukan setelah kajian teknis rampung.

Dengan penghentian sementara operasional hotel, PSKT menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan terjadinya penyesuaian jumlah karyawan, sesuai kebutuhan operasional. Salah satu upaya penyesuaian yang dipertimbangkan PSKT adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Perseroan akan melakukan evaluasi dan komunikasi dengan karyawan terdampak sesuai ketentuan UU Ketenagakerjaan, termasuk opsi penempatan ulang, perumahan sementara, atau PHK dengan pemberian hak normatif,” katanya.

Adapun untuk diketahui, sepanjang sembilan bulan 2025, jumlah karyawan yang tercatat bekerja di bawah Grup PSKT sebanyak 134 karyawan tetap dan 15 karyawan kontrak. Angka itu hanya menyusut 1,47% dari posisi 136 karyawan tetap dan 15 karyawan kontrak pada periode September 2024.

Dengan begitu, opsi PHK yang diambil oleh manajemen PSKT pada Hotel Pusako Bukittinggi bakal menurunkan jumlah total karyawan yang bekerja di bawah Grup PSKT.

Meskipun begitu, secara kinerja keuangan, emiten Happy Hapsoro ini menegaskan bahwa proses penghentian operasional hotel ini tidak akan berdampak secara materiil terhadap kinerja konsolidasi perseroan. Padahal, Hotel Pusako Bukittinggi berkontribusi sebesar 7% terhadap pendapatan dan 2% terhadap total aset PSKT.

“Operasional hotel lain dalam jaringan perseroan tetap berjalan normal. Perseroan juga memiliki likuiditas dan posisi keuangan yang cukup untuk menanggung biaya renovasi serta kewajiban ketenagakerjaan selama masa penghentian,” tegas manajemen.

Adapun untuk diketahui, konglomerat Happy Hapsoro menjadi salah satu pemegang saham terbesar di PSKT. Melalui Basis Utama Prima, Hapsoro diketahui menggenggam sekitar 4,21 miliar lembar atau 40,77% saham PSKT yang mengelola hotel budget tersebut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.