Cegah Omicron, Sandiaga Sebut Tak Ada Pawai dan Pesta Malam Tahun Baru di Bali

0

ihgma.com, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyampaikan persiapan Bali menghadapi lonjakan jumlah wisatawan domestik menjelang libur Natal dan tahun baru. Untuk mencegah varian Covid-19 Omicron yang tengah merebak, Sandiaga menuturkan pemerintah setempat telah mengeluarkan larangan pawai dan pesta pada malam tahun baru.

“Kemudian ada pembatasan waktu operasional mal serta pusat perbelanjaan. Pemerintah mengimbau warga tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat,” ujar Sandiaga dalam jawaban tertulis, Selasa, 21 Desember 2021.

Aturan tersebut sejalan dengan pengetatan secara nasional yang berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Di daerah destinasi wisata utama seperti Bali, pemerintah pusat telah meminta pemerintah daerah mewaspadai transmisi lokal kasus Covid-19 saat pergerakan masyarakat meningkat.

Sandiaga mengklaim Pemerintah Provinsi Bali melakukan upaya terbaik dengan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi varian Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia. Misalnya, memetakan titik-titik rawan penularan virus seperti di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, dan Padangbai.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja di Kalimantan Selatan pada Rabu, 1 September 2021. Dok: Kemenparekraf

 

Pemerintah provinsi, kata dia, telah meminta otoritas bandara dan pelabuhan meningkatkan pengawasan untuk setiap pelaku perjalanan yang masuk ke Bali. Selain itu, pelaku perjalanan diminta mematuhi persyaratan, mulai tes Antigen hingga penggunaan aplikasi PeduliLindungi selama berlibur.

Sandiga melanjutkan, rumah sakit di Bali juga telah bersiaga. Per Kamis, 16 Desember, Sandiaga mengatakan kapasitas tempat isolasi pasien Covid-19 di Bali berjumlah 883 unit. Dari angka tersebut, jumah ruang isolasi yang terisi baru 87 atau 9,85 persen seperti dilansir Tempo.

Sedangkan sebanyak 795 tempat tidur atau 90,15 persen kosong. Ruang isolasi ini tersebar di 175 titik terpusat yang di seluruh Bali. Sandiaga melanjutkan, pemerintah juga akan terus mengevaluasi kebijakan guna menekan varian Omicron di destinasi-destinasi wisata.

“Di tengah situasi yang tidak menentu ini, kebijakan pemerintah dituntut untuk faktual dan taktis sehingga keputusan dapat berubah sesuai situasi terbaru,” kata Sandiaga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.