Banyak Turis di Eropa, Amerika, dan Asia Enggan Melakukan Perjalanan di 2023
ihgma.com – Pandemi COVID-19 sudah melandai, tak jarang banyak turis yang melakukan revenge tourism atau wisata balas dendam. Orang-orang mulai bepergian ke destinasi wisata yang sudah lama mereka inginkan.
Namun, ternyata hasil laporan dari State of Travel and Hospitality 2022 dari badan intelijen bisnis Morning Consult, menyatakan bahwa beberapa turis tidak berencana untuk bepergian lagi.
Dilansir Kumparan dari Euro News, laporan ini dilakukan dengan menggunakan koresponden lebih dari 16 ribu orang dewasa yang berasal dari seluruh Amerika, Eropa, dan Asia-Pasifik.
Hasil laporan tersebut menyebutkan bahwa setelah mengalami peningkatan tajam traveling di awal tahun, niat melakukan perjalanan di tahun depan anjlok di bulan Juli 2023 mendatang.

Laporan itu mensurvei orang-orang dari Australia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Korea Selatan, Spanyol, Inggris Raya, dan Amerika Serikat.
Hasilnya adalah 35 persen responden dari Jepang enggan untuk bepergian dan tidak merencanakan liburan. Korea Selatan menyusul, dengan 15 persen tidak berencana bepergian, diikuti oleh China dan AS, keduanya dengan 14 persen.
Di antara orang Eropa, orang Prancis paling enggan bepergian, dengan 10 persen mengatakan mereka tidak pernah berencana untuk bepergian lagi. 8 persen responden Inggris dan 6 persen responden Spanyol mengatakan hal yang sama.
Alasannya pun berbagai macam, salah satu adalah masalah kesehatan bagi banyak orang, terutama terkait tes COVID-19 dan mandat masker.

Bukan hanya itu, ketidakpastian ekonomi karena lockdown selama berbulan-bulan, kenaikan biaya bahan bakar setelah invasi Rusia ke Ukraina, inflasi, dan kekhawatiran akan resesi menjadi beberapa faktor kunci.
43 persen orang Amerika mengatakan bahwa mereka akan bepergian lebih sedikit, karena harga tiket pesawat dan akomodasi yang mahal.
Perjalanan bisnis juga mendapat pukulan besar karena orang terus berkomunikasi secara online, bukan secara langsung. Laporan tersebut memperkirakan penurunan perjalanan bisnis cenderung permanen, terutama untuk orang Eropa.
Sedangkan responden Spanyol mengatakan bahwa mereka sudah selesai dengan perjalanan bisnis untuk selamanya. Blended business-leisure, atau ‘bleisure’, menjadi tren perjalanan yang kemungkinan besar akan mengambil alih sektor ini.