Bali Tourism Board Yakin Resesi Global Tak Pengaruhi Bali

0

ihgma – Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Ida Bagus Agung Partha Adnyana optimis pariwisata Bali tak akan terdampak resesi global yang diprediksi akan terjadi pada Tahun 2023 mendatang.

“Kita optimis ya Bali karena Bali itu kan salah satu tujuan destinasi internasional, kami di Bali dengan persiapan sudah matang mulai dari pembukaan kemarin sampai saat ini saya pikir kita sudah siap menerima wisatawan dengan cara bertahap ini,” katanya seperti dilansir Tribun Bali pada, Sabtu 8 Oktober 2022.

Bangkitnya kondisi pariwisata di Bali saat ini diterangkannya baru 25 persen dan ia berharap pada tahun depan yakni 2023 pariwisata Bali sudah recovery sebanyak 50 persen untuk wisatawan internasional. Ia juga memperkirakan resesi global itu hanya akan dialami oleh masyarakat middle low.

“Saya kira yang middle up tidak akan kena resesi, mereka akan tetap traveling apalagi orang Eropa dia akan selalu berlibur hal yang utama,” imbuhnya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Ida Bagus Agung Partha Adnyana ketika ditemui pada, Sabtu 8 Oktober 2022. (Tribun Bali/Wahyuni Sari)
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Ida Bagus Agung Partha Adnyana ketika ditemui pada, Sabtu 8 Oktober 2022. (Tribun Bali/Wahyuni Sari)

Saat ini pengujung wisatawan mancanegara terbanyak dari Negra Australia, India, Inggris, Amerika dan Singapura serta Negara Asia lainnya yang sangat potensial untuk pariwisata Bali.

“Saya yakin dampaknya tidak banyak karena pesawat keliatan masih full meskipun Negara lain seperti Hongkong mengadakan promosi dan Thailand juga saingan kita melakukan berbagai kegiatan untuk mendatangkan wisatawan saya yakin Bali masih jadi tempat favorit karena Bali itu bukan hanya budayanya saja tapi orang-orangnya utama sangat welcome untuk wisatawan,” sambungnya.

Terkait harga tiket pesawat yang masih tinggi ke Bali, Gus Agung mengatakan pihaknya tetap mengadakan hubungan dengan airlines tentang hal ini. Terutama bagaimana caranya airlines agar melakukan penambahan penerbangan. Untuk saat ini jumlah penerbangan ke Bali masih pada 24 airlines dan ia berharap semoga jumlahnya bertambah menjadi 35 airlines.

“Saya yakin itu akan turun kok kedepannya. Itu kan bisnis ya, pemerintah tidak bisa. Karena itu harga bahan bakar dan sebagainya sedangkan kita di industri sudah melakukan promosi besar-besaran,” imbuhnya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.