Bali Sumbang Rp 75 T Setahun ke Pusat, Pangdam Tanggapi Rencana Demonstrasi Pelaku Pariwisata
ihgma.com – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan, pariwisata Bali memberikan kontribusi ke kas negara mencapai Rp 75 triliun per tahun.
Dengan ini ia menilai, tak ada untungnya pemerintah mempersulit wisman masuk Bali. Ini terkait rencana aksi demo insan pariwisata yang tergabung dalam Forum Bali Bangkit dengan tuntutan pelonggaran syarat wisatawan asing masuk Bali. Maruli Simanjuntak membantah anggapan pemerintah mempersulit datangnya wisatawan ke Pulau Dewata.
“Bali ini penyumbang Rp 75 triliun per tahun ke Pusat. Kalau dibilang menyulitkan, pemerintah tidak bodoh, apa untungnya? malah pusing terus bagaimana menyelesaikan masalah Covid-19 ini,” ujar Maruli, Kamis 16 Desember 2021 seperti dilansir Bali Tribun.
Forum Bali Bangkit yang terdiri dari 34 perkumpulan pelaku pariwisata di Bali belum mendapatkan respons terkait surat yang disampaikan kepada Presiden Jokowi.
Surat yang dilayangkan terkait kebijakan yang dirasa masih memberatkan para turis masuk ke Bali.
Pangdam menjelaskan, saat ini motivasi Pemerintah Pusat adalah menyelamatkan masyarakat dari bahaya paparan virus Covid-19.
Kata dia, pemerintah juga melibatkan para ahli virus dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memberikan rekomendasi kebijakan dan gambaran bahaya virus.
“Memang kalau TNI Satgas dalam rangka pengendalian, kalau otoritas tetap di Pemerintah. Kalau mau demo silakan saja, hak mereka, tapi itu akan menyusahkan Bali sendiri. Kita semua beresiko,” jelasnya.
“Kami vidcon 3-4 jam setiap hari, kalau tidak ada motivasinya kan lucu. Nanti kalau masuk terjadi penyebaran virus banyak yang meninggal dunia siapa mau bertanggung jawab ?” tukas Pangdam,” sambung dia.
Forum Bali Bangkit menyatakan akan menggelar demo jika Pemerintah Pusat tidak merespons surat terbuka mereka hingga akhir bulan ini. Saat ini Forum Bali Bangkit sedang koordinasi dengan seluruh stakeholder pariwisata yang ada di Bali.
“Kami lihat efektivitas, kami sampaikan juga ini harus ada limitnya dan kami sudah sampaikan kepada teman-teman kalau memang tidak ada respons kemungkinan Januari kami akan ada aksi semacam demo. Masih kami cari hari baiknya,” kata Ketua Bali Tourism Board (BTB), IB Agung Partha Adnyana.
Sementara itu, Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) I Wayan Puspanegara mengatakan, selama ini pembahasan terkait pariwisata hanya berkutat pada hotel dan restoran. Namun yang tak jauh kalah terdampak adalah para pekerja.
“Kalau orang bicara pariwisata pasti soal hotel dan restoran. Sebenarnya yang paling berdampak pekerja marginal yang saat ini mereka terakumulasi mungkin di atas ratusan ribu. Siapa mereka? Ya para daily worker, pekerja kontrak, bukan hanya di hotel dan restoran tapi juga di destinasi atraksi,” kata Puspanegara.
“Di China karantina tiga minggu, di Bali tiga hari, itu keberanian luar biasa menurut saya. Bahkan para ahli virus mereka selalu merekomendasikan ketatkan terus. Tapi pemerintah masih berani ngomong buka dikit buka dikit buka dikit,” ujarnya
“Jadi kalau ada pernyataan mempersulit orang datang, tidak nyambung menurut saya, siapa berani bertanggung jawab kalau ada penularan dan ada banyak lagi yang meninggal karena Covid-19,” sambung Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.