Aturan Baru Turis Asing di Bali, Ada 8 Larangan

0

ihgma.com – Beberapa waktu lalu, beredar Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Tatanan Baru Bagi Wisatawan Mancanegara Selama Berada di Bali yang ditandatangani Gubernur Bali I Wayan Koster.

Mengutip Kompas, SE tersebut memuat poin-poin kewajiban dan larangan bagi wisatawan mancanegara (wisman) selama berada di Pulau Dewata dan berlaku mulai Rabu (31/5/2023), .

Wisman di Bali dilarang melakukan 8 hal ini

1. Memasuki area tertentu di tempat suci atau pura

Wisman di Bali dilarang memasuki area Utamaning Mandala dan Madyaning Mandala di tempat suci atau tempat yang disucikan, misalnya pura atau pelinggih.

“Kecuali untuk keperluan bersembahyang dengan memakai busana adat Bali atau persembahyangan, dan tidak sedang datang bulan (menstruasi),” bunyi SE tersebut.

Sebagai informasi, umumnya pura terdiri dari tiga bagian.

Dikutip dari laman Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman di Bali, konsep ini disebut Tri Mandala.

Adapun Utamaning Mandala merupakan bagian utama, sedangkan Madyaning Mandala merupakan bagian tengah. Utamaning Mandala merupakan bagian paling suci karena di bagian itulah kegiatan persembahyangan dilakukan.

2. Memanjat pohon yang disakralkan

Selama berwisata di Bali, wisman juga dilarang memanjat pohon yang disakralkan. Hal ini berangkat dari sejumlah pelanggaran yang dilakukan wisman beberapa waktu lalu, salah satunya wisman asal Rusia yang berpose tanpa busana di sebuah pohon keramat di Pura Babakan, Kabupaten Tabanan.

Ada pula wisman asal Australia yang memanjat pohon yang disakralkan di Pura Dalem Prajapati di Kabupaten Tabanan.

3. “Menodai” tempat suci dan…

Wisman dilarang berkelakuan yang menodai tempat suci dan tempat yang disucikan, misalnya pura, pratima, dan simbol-simbol keagamaan.

“Seperti menaiki bangunan suci dan berfoto dengan pakaian tidak sopan atau tanpa pakaian,” bunyi SE tersebut.

Untuk diketahui, pratima merupakan simbol keagamaan yang disucikan dengan upacara keagamaan. Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 25 Tahun 2020, pratima diletakkan di tempat yang disucikan dengan tujuan guna mengamalkan ajaran agama Hindu.

Larangan ini tidak terlepas dari beberapa kejadian yang melibatkan wisman, antara lain naik ke pelinggih di pura, menari tanpa busana di gunung, dan berbuat tidak senonoh di Monkey Forest Ubud, seperti kejadian pada Kamis (5/5/2022).

4. Membuang sampah sembarangan

Kebersihan dan kelestarian di Bali diimbau untuk tetap dijaga. Wisman pun dilarang membuang sampah sembarangan dan/atau mengotori danau, mata air, sungai, laut, dan tempat umum.

Adapun danau, mata air, sungai, dan laut termasuk tempat-tempat yang disucikan atau disakralkan di Bali.

5. Menggunakan plastik sekali pakai

Penggunaan plastik sekali pakai juga dilarang di Bali, termasuk untuk wisman. Beberapa contoh plastik sekali pakai, antara lain kantong plastik, polysterina (stirofoam), dan sedotan plastik.

6. Mengucapkan kata-kata kasar dan berperilaku tidak sopan

Larangan kali ini lebih menekankan ke hubungan antara wisman dengan masyarakat di Bali.

Wisman dilarang mengucapkan kata-kata kasar, berperilaku tidak sopan, membuat keributan, serta bertindak agresif terhadap aparat negara, pemerintah, masyarakat lokal, maupun sesama wisatawan secara langsung maupun tidak langsung (media sosial).

Poin ini meliputi larangan menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dan informasi bohong (hoax) di media sosial.  Salah satu contoh kejadian yang melibatkan wisman dengan polisi di Pulau Dewata terjadi pada Maret 2023 lalu.

7. Bekerja dan/atau berbisnis secara ilegal

Wisman di Bali juga dilarang bekerja dan/atau melakukan kegiatan bisnis tanpa memiliki dokumen resmi yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang seperti salah satu kejadian WNA bekerja secara ilegal di Bali terjadi pada awal Maret 2023 lalu.

Waktu itu, seorang WNA asal Rusia melanggar aturan keimigrasian karena bekerja sebagai fotografer di Bali, padahal ia masuk ke Indonesia dengan mengantongi visa investor. WNA tersebut pun kemudian dideportasi. Tidak hanya itu, ada pula wisman yang kedapatan berjualan sayur dan membuka bisnis penyewaan kendaraan.

8. Terlibat dalam aktivitas ilegal

Terakhir, wisman dilarang terlibat dalam aktivitas ilegal, seperti melakukan jual-beli flora dan fauna, artefak budaya, benda-benda sakral, dan barang ilegal lainnya.  Poin ini juga termasuk aktivitas ilegal yang berhubungan dengan obat-obatan terlarang.

Adapun wisman yang melanggar ketentuan tersebut akan ditindak tegas berupa sanksi atau proses hukum sesuatu Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.