Ada Paket Tur Wisata ke Ukraina, Risiko Tanggung Sendiri Ya!

0

ihgma.com, Jakarta – Pernah terpikir untuk berwisata ke negara yang dilanda perang? Kalau iya, Anda perlu mempertimbangkan paket tur wisata ke Ukraina yang satu ini.

Platform online Visit Ukraine.Today belum lama ini meluncurkan tur sehari di tempat yang mereka sebut sebagai “Kota Berani” karena telah menentang dan terus melawan penjajah Rusia. Tur yang ditemani pemandu ini menawarkan pengalaman hidup di tengah perang. Turis akan melihat kota-kota yang hancur dibom, merasakan bahaya, dan bertemu para pejuang perang.

“Ikutilah perjalanan ke Ukraina yang mengagumkan sekarang juga,” tulis situs web perusahaan wisata itu, seperti dikutip CNBC Indonesia  dari CNN Travel.

Ini tentu tawaran paket wisata yang sangat tak biasa, apalagi mengingat ada peringatan internasional untuk perjalanan ke Ukraina.

Meski begitu, nyatanya ada saja turis nekat yang tertarik. Perusahaan mengatakan sejauh ini mereka berhasil menjual 150 tiket.

Foto: Serangan militer Rusia menghancurkan sebuah sekolah dan beberapa bangunan di dekatnya di kota Kramatorsk, wilayah Donetsk, Ukraina. (REUTERS/GLEB GARANICH)
Foto: Serangan militer Rusia menghancurkan sebuah sekolah dan beberapa bangunan di dekatnya di kota Kramatorsk, wilayah Donetsk, Ukraina. (REUTERS/GLEB GARANICH)

Situs web Visit Ukraine.Today juga menyebut bahwa turis yang mendaftar untuk ikut tur dapat berjalan di antara puing-puing bom, bangunan yang hancur, katedral dan stadion, serta perangkat militer yang terbakar.. Tak cuma itu, mereka juga akan mendengar raungan sirene dan serangan udara yang terus ada.

Meskipun paket wisata ini tampak mengerikan, pendiri dan CEO Visit Ukraina Anton Taranenko mengatakan bahwa hal tersebut tidak sama dengan “pariwisata horor” di mana pengunjung berduyun-duyun ke situs kematian, bencana dan kehancuran di seluruh dunia.

Justru, kata Taranenko, lewat tur ini Ukraina punya kesempatan untuk menunjukkan pada dunia semangat warga mereka yang gigih melawan penjajahan Rusia, serta menunjukkan bahwa kehidupan terus berjalan, bahkan di tengah perang.

“Ini bukan hanya tentang bom, tapi apa yang terjadi di Ukraina saat ini juga tentang bagaimana orang belajar untuk hidup di tengah perang, mereka saling membantu,” katanya.

“Jika Anda ingin melihat kota-kota kami yang hancur dan orang-orang pemberani yang bertempur, silakan datang sekarang,” katanya.

Namun, Taranenko mengatakan, turis harus paham betul risiko yang mereka ambil. Sebab, tidak ada tempat di Ukraina yang 100% aman, meskipun selama tur mereka akan ditemani pemandu yang bertugas menghindari bahaya.

Apresiasi dari pemerintah Ukraina

Visit Ukraina mendapat apresiasi dari pemerintah setempat atas usahanya mendukung industri pariwisata di negara yang dilanda perang. Mereka juga dianggap berjasa karena menyediakan informasi untuk membantu warga yang datang dan pergi. Namun, tidak ada dukungan resmi untuk upayanya saat ini mendatangkan turis.

“Sekarang bukan waktu yang tepat untuk berkunjung, tetapi setelah kami menang dan perang usai, kami akan mengundang orang untuk mengunjungi Ukraina,” kata Mariana Oleskiv, ketua Badan Pengembangan Pariwisata Ukraina.

“Di tingkat negara bagian, kami ingin Ukraina terbuka untuk pariwisata, tetapi untuk itu kami membutuhkan lebih banyak senjata, kami perlu menang dan menghentikan perang. Posisi resmi kami adalah turis bisa mengunjungi Ukraina ketika aman untuk dikunjungi.”

Oleskiv mengatakan bahwa pariwisata domestik sebenarnya mulai bergeliat kembali di Ukraina. Namun, dia menilai hal tersebut masih terlalu berisiko bagi orang asing.

Leave A Reply

Your email address will not be published.