Tren ‘Revenge Travel’ Jadi Pemicu Meroketnya PAD Pariwisata Bangli Bali

0

ihgma.com, Bangli – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pariwisata di Bangli pada semester I 2023, telah mencapai 52,10 persen. Tingginya realisasi PAD ini, disebut-sebut karena tren ‘revenge travel’ atau perjalanan balas dendam pasca pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli, I Wayan Sugiarta menyebutkan, secara umum target PAD Bangli dari sektor retribusi tempat rekreasi dan olahraga tahun 2023 senilai Rp45 miliar lebih.

Jumlah ini terdiri dari lokasi, meliputi kawasan pariwisata Kintamani, objek wisata Penglipuran, objek wisata Kehen, objek wisata Terunyan dan objek wisata Penulisan.

Untuk kawasan pariwisata Kintamani, lanjutnya, target PAD di tahun 2023 senilai Rp29,8 miliar lebih. Objek wisata Penglipuran targetnya Rp14,6 miliar lebih, objek wisata Kehen targetnya Rp433 juta lebih.

“Sedangkan objek wisata Terunyan targetnya Rp166 juta lebih, dan Penulisan targetnya Rp25 juta,” sebutnya Selasa, 4 Juli 2023.

Sementara hingga akhir Semester I tahun 2023, lanjut dia, realisasi PAD Bangli telah terkumpul sebanyak Rp23,5 miliar lebih atau 52,10 persen. Menurut Sugiarta, tingginya realisasi PAD ini, dipengaruhi banyak faktor.

Namun pemicu utamanya disebabkan oleh tren ‘revenge travel’ atau perjalanan untuk balas dendam.

“Artinya, selama covid mereka (wisatawan) hanya berdiam diri di rumah. Nah selepas covid ini mereka manfaatkan untuk jalan-jalan. Hal ini didukung pula banyaknya libur hari raya hingga cuti bersama,” ungkapnya didampingi Kabid Destinasi, Gede Budiastawa seperti dilansir Tribun Bali.

Terbukti di objek wisata Penglipuran yang lebih didominasi wisatawan domestik. Sementara di Kintamani, lebih didominasi wisatawan asing.

“Selain itu, tingginya realisasi PAD juga berkat upaya Pemkab Bangli dalam mengintensifkan pemungutan retribusi melalui e-ticketing di Penglipuran dan Kintamani. Sehingga lebih transparan dan efisien,” jelasnya.

Berdasarkan data realisasi retribusi tempat rekreasi dan olahraga semester I 2023, khususnya pada Daya Tarik Wisata ( DTW) Penglipuran telah mencapai Rp11,6 miliar atau 80 persen.

Melihat cukup tingginya realisasi PAD ini Kabid Destinasi, Gede Budiastawa menambahkan ada kemungkinan di APBD Perubahan nanti targetnya akan ditambah.

“Kemungkinan besar kita tambah lagi. Karena itu berpengaruh besar terhadap upah pungut mereka. Sebab 60 persen masuk ke pengelola. Mengenai hal ini, kita masih rancang untuk selanjutnya kita proyeksikan kira-kira berapa targetnya ditambah,” tuturnya.

Sementara DTW lainnya seperti Terunyan, Penulisan, dan Kehen, juga akan disesuaikan targetnya. Menurut Budiastawa, tiga DTW ini target pasarnya mengkhusus. Berbeda dengan Penglipuran dan Kintamani yang menarget wisatawan umum.

“Kehen, Penulisan termasuk Terunyan, target pasarnya bukan anak-anak muda, melainkan orang-orang yang memang tertarik dengan budaya dan spiritual. Seperti arkeolog hingga budayawan. Jadi memang pangsa pasar di tiga DTW ini spesifik,” jelasnya.

Budiastawa juga mengatakan, hingga kini pihak Disparbud menilai ada dua objek wisata yang berpotensi untuk menjadi sumber PAD baru. Keduanya yakni objek wisata air terjun Tukad Cepung dan air terjun Tibumana.

Kendati demikian, ia menilai masih perlu dilakukan pembicaraan lebih lanjut dari Pemkab Bangli dengan pengelola di sekitar. Pasalnya, imbuh dia, sebelum melakukan pungutan retribusi pemerintah daerah (Pemda) wajib mengawali dengan investasi di daerah tersebut.

Sehingga sama-sama menguntungkan antara Pemda dengan masyarakat.  Memang diakui sudah ada investasi Pemda berupa akses jalan ke objek wisata. Namun Budiastawa menegaskan, investasi yang dimaksud lebih kepada amenities atau investasi yang mengkhusus.

“Kalau investasi berupa aksesibilitas umum (jalan) iya. Tapi kalau kita bicara pariwisata, kita wajib (investasi) yang mengkhusus. Misalnya gazebo, toilet, akses jalan menuju lokasi, papan petunjuk, dan sebagainya. Itu yang perlu diperhitungkan Pemda, baru bisa menarik retribusi. Mengenai hal ini, masih perlu dibicarakan lebih lanjut,” tandasnya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.