Tingkat Hunian Hotel di Tabanan Sudah 50 Persen Dihuni Wisdom

0

ihgma.com, Tabanan – Tingkat hunian hotel saat pelonggaran masa pandemi di Tabanan sudah membaik. Setidaknya dari ketersediaan yang biasanya mencapai 100 persen, kini sudah mencapai 50 persen. Ini khususnya untuk hotel-hotel yang menyasar wisatawan domestik (wisdom).

Sedangkan untuk mangsa pasar wisatawan mancanegara (wisman) belum mencapai di angka tersebut. Hal ini disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tabanan, I Gusti Bagus Made Damara, Rabu 20 Juli 2022.

Damara menjelaskan, liburan sekolah menjadi momentum sedikit kebangkitan wisatawan di Tabanan. Sekitar bulan Mei dan Juni 2022 lalu. Sebab, tingkat hunian hotel atau tempat penginapan di dekat-dekat objek wisata, saat musim libur sekolah mencapai setengah dari jumlah kamar yang dimiliki.

Misalnya saja, untuk hotel miliknya dengan tipe melati tiga, yangg berada di Tanah Lot Desa Beraban, mencapai setengah dari kapasitas.

Suasana kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu 26 Mei 2021- Rombongan Bus Mulai Datang ke DTW Tanah Lot Tabanan, Kunjungan Mulai Meningkat Saat Libur Lebaran Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Tingkat Hunian Hotel di Tabanan Sudah 50 Persen Dihuni Wisdom, https://bali.tribunnews.com/2022/07/20/tingkat-hunian-hotel-di-tabanan-sudah-50-persen-dihuni-wisdom. Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Marianus Seran
Suasana kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu 26 Mei 2021- Rombongan Bus Mulai Datang ke DTW Tanah Lot Tabanan, Kunjungan Mulai Meningkat Saat Libur Lebaran

“Musim liburan sekolah kemarin, rata-rata hunian hotel di dekat-dekat objek wisata naik 50 persen,” ucapnya.

Hanya saja, sambungnya, kenaikan itu bisa jadi tidak seluruhnya dirasakan oleh pemilik hotel atau penginapan. Karena, segmen hunian sendiri yang bisa jadi adalah untuk wisman. Dari 80 hotel, penginapan atau Villa di Tabanan, ada yang memang segmen pasarnya ialah wisman.

“Dan saat ini untuk pengaruh tes (PCR atau Antigen) tidak berpengaruh signifikan,” ungkapnya.

Menurut dia, pemberlakuan swab PCR dan Antigen untuk Wisdom terutama yang menggunakan pesawat, tidak berimbas pada pariwisata Tabanan. Malahan, bisa jadi karena kenaikan harga tiket pesawat justru yang berpotensi berpengaruh terhadap kunjungan.

“Tiket pesawat sekarang itu mahal. Penerbangan Jakarta-Bali susah cari tiketnya. Jadi bukan soal tes antigen atau PCR lagi,” jelasnya.

Ia menambhakan, bahwa data ini, PPDN (Pelaku Perjalanan Dalam Negeri) atau Wisdom, yang ke Bali rata-rata menggunakan kendaraan pribadi. Dan karena liburan sekolah, maka banyak siswa-siswi itu rata-rata menggunakan kendaraan bus.

Mungkin karena dimudahkan dengan adanya tol yang sampai Probolinggo.

“Malah bus juga banyak dan juga kendaraan pribadi,” bebernya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.