Tes Covid-19 Tak diperlukan Lagi untuk Wisatawan Asing ke Swiss
ihgma.com – Kabar baik bagi wisatawan yang berencana untuk melakukan perjalanan ke Swiss. Sesuai laporan berita, pihak berwenang Swiss telah mengumumkan bahwa wisatawan yang sepenuhnya divaksinasi dan pulih dari virus Corona tidak akan diminta untuk menyiapkan laporan tes Covid-19 untuk memasuki negara itu.
Dilansir Industry dari laman Times of India, Rabu (26/1/2022), sesuai laporan dari Kantor Kesehatan Masyarakat Federal Swiss (FOPH), mereka yang belum pulih dari Covid-19 atau tidak divaksinasi, akan diminta untuk mengikuti tes untuk masuk Swiss.
Konsulat Jenderal Swiss di Mumbai berbagi informasi ini dan menyatakan bahwa peraturan tersebut diperbarui dan telah berlaku mulai 22 Januari 2022, dan mereka yang telah sepenuhnya pulih dari Covid-19 atau sepenuhnya divaksinasi, tidak akan lagi diminta untuk memberikan laporan PCR atau Rapid Antigen Test (RAT) negatif sebelum memasuki Swiss.
Laporan juga mengatakan bahwa karena ada kapasitas pengujian terbatas, mereka yang terinfeksi atau tidak divaksinasi tidak akan lagi diminta untuk mengambil tes setelah tiba.

Namun, apabila laporan tes PCR diperlukan, seharusnya tidak lebih dari 72 jam atau RAT tidak boleh lebih dari 24 jam pada saat kedatangan. Namun, perhatikan juga bahwa Passenger Locator Form (PLF) akan diperlukan untuk diselesaikan oleh mereka yang bepergian ke Swiss dengan layanan bus jarak jauh atau pesawat.
Dengan demikian, mereka yang belum pulih dari Covid-19 atau belum divaksinasi, sekarang perlu menyajikan laporan negatif atau pemulihan untuk memasuki negara ini. Selain itu, mereka harus mengisi formulir PLF secara online sebelum kedatangan.
Sesuai laporan saat ini, tidak ada persyaratan karantina saat memasuki Swiss. Siapa pun yang memiliki izin tinggal Swiss atau yang memiliki paspor Swiss, akan dapat memasuki Swiss kapan saja. Namun, mereka harus mematuhi langkah-langkah terkait kesehatan di perbatasan Swiss.
Selain itu, anak-anak di bawah usia 16 tahun tidak akan diminta untuk menjalani tes Covid-19.
Juga, kategori orang tertentu akan dibebaskan dari aturan ini seperti mereka yang memiliki keadaan darurat medis atau mereka yang transit.