Tarif Hotel Meledak di Akhir Tahun, Ini Penjelasan Pengusaha

0

ihgma.com, Jakarta – Pada momen Natal dan Tahun Baru 2023 ini, harga hotel mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibanding waktu normal bahkan hingga berkali lipat. Pengusaha hotel mengungkapkan bahwa kenaikan harga hotel tidak berlangsung tiba-tiba, melainkan karena sistem dynamic rate. Sistem ini bekerja sesuai hukum ekonomi, permintaan dan penawaran.

“Hotel sama pesawat hampir sama menganut dynamic rate, bukan kenaikan. Mereka ada publish rate, jadi saat okupansi rendah mereka rate akan mengikuti okupansi jadi akan nurun makanya di hotel kenal best available rate harga terbaik pada saat hari itu, itu yang kita informasikan reservasi di awal menjadi acuan utama bagi traveler,” ungkap Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran seperti dilansir CNBC Indonesia, Rabu (27/12/2023).

Sedangkan ketika reservasi di menit akhir dan okupansi sudah naik misal sampai 90%, maka diskonnya hilang dan kembali ke publish rate atau harga normal,

“Itu yang membuat harga memang naik tapi ga tiba-tiba naik, diskonnya dihilangkan pada saat it. Itu dynamic rate yang ada di hotel, misal regular day Rp 500 ribu, suka ada diskon sebesar 30-40%. Kalau okupansi meningkat walau regular day, harga diskon dicabut mulai berkurang 20-10% dan hilang sama sekali kembali ke publish rate,” sebut Maulana.

Lebih lanjut Maulana menyebut sistem ini serupa dengan yang terjadi dengan pesawat, dimana harga spesial atau murahnya diberikan hanya untuk beberapa kursi, namun begitu sudah terpenuhi load factor maka harga akan berubah dengan sendirinya. Sistem perubahan harga ini terlihat pada online travel agent seperti Traveloka hingga Tiket.com.

“OTA yang mengerjakan hotelnya, dia punya sistem yang bisa hotel kontrol ganti-ganti harganya. Jadi yang merubah harga itu hotel, bukan OTA. OTA hanya platform yang mengkonsolidasikan penjualan di dalam situ, tapi yang menetapkan harga bukan OTA, melainkan hotel. Makanya kelihatan disitu, misal jelang tengah malam tutup buku jam 12 malam closing masih nyisa 2 kamar, biasanya turun lagi last minute deal untuk closing, ada juga yang melakukan itu,” tuturnya.

Artinya, kenaikan harga hotel merupakan perubahan atau pencabutan diskon dan kembali ke publish rate, ada kemungkinan hotel juga menetapkan surcharge yang menyebabkan harga meningkat.

“Jadi naik turun harga hotel dia punya dynamic rate dan dia akan kembali ke publish rate karena hotel punya sistem yang ngga bisa naik-naikin seenaknya, apalagi khususnya hotel-hotel yang udah punya sistem bintang 2 ke atas, demand di-manage management, jadi dia harus transparan, cuma terkesan di publik dia rate-nya naik,” sebutnya.

Di sisi lain, kenaikan harga kamar bukan hanya berdampak pada pendapatan hotel, melainkan juga pendapatan pemerintah daerah hingga karyawan.

“Pemda pendapatannya naik, kan kita punya wajib pungut 10%, dan kenaikan rate itu berdampak ke karyawan karena uang service diambil 10% juga dari situ, jadi ngga serta merta hotel aja yang menaikkan itu. Jadi yang menerima itu ada Pemda dan karyawannya juga, karyawan dapat uang service bukan gaji, uang service emang bakal meningkat,” ujar Maulana.

Leave A Reply

Your email address will not be published.