Tak Cuma Soal Kebisingan, Warga di Canggu pun Keluhkan Turis Kencing Sembarangan

0

ihgma.com, Denpasar – Keberadaan tempat tempat hiburan di kawasan pariwisata ternyata tak selalu berdampak baik bagi masyarakat. Salah satunya yang dirasakan oleh I Ketut Riyana.

Pria paruh baya sekaligus bertugas sebagai bendesa (Kepala Desa Adat-red) Berawa, Canggu Kabupaten Badung ini ternyata telah lama memendam keluhan atas keberadaan bar, kafe beach club yang selalu membikin bising, dan mengganggu masyarakat sekitar.

“Memang kami sering sekali terganggu, terlebih setelah adanya beberapa club baru,” ungkapnya seperti dilansir Kumparan  Rabu (14/09).

Di satu sisi, sesungguhnya ia berusaha memaklumi lantaran situasi Bali yang kini berada di tahap pemulihan akibat pandemi COVID-19. Namun berbicara kenyamanan, hal itu tentu menjadi masalah.

Mau tak mau sejak membuka kembali pariwisata kita mesti memfollow up dan memberikan edukasi bagi pengusaha-pengusaha,” katanya

Parahnya lagi, wisatawan khususnya turis mancanegara yang usai party dan pulang dalam keadaan mabuk sering kali kencing sembarangan bahkan sampai ke pekarangan rumah warga.

“Termasuk rumah saya, di pintu gerbang rumah yang ada tulisan Puri Teges dikencingi hampir tiap malam itu, kadang dihalau oleh security atau teman yang lewat. Ini kita harapkan akan menjadi catatan bersama pihak terkait,” katanya.

Di Berawa, Canggu ada beberapa club yang berlokasi disana. Hampir tiap malam selalu memutar musik kencang bahkan tak jarang menggerakkan kaca jendela rumah warga. “Apalagi kalau ada pesta kembang apinya,” ujarnya.

Rai pun telah berupaya berkoordinasi dengan tempat hiburan supaya tidak menggelar kembang api.” Untuk minggu-minggu ini kami minta supaya tidak ada kembang api karena ada bayi baru lahir di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Jengah dengan kondisi itu, ia yang merupakan bendesa adat berupaya komplain bahkan meminta biaya pertanggung jawaban kepada tempat hiburan yang bising.

Dengan adanya pembahasan mengenai batas-batas aturan bagi tempat hiburan, ia pun berharap supaya kedepannya hal-hal semacam ini dapat diminimalisir.

“Intinya pengelola, seperti Dj nya kita edukasi kenapa begitu karena kita penting untuk membangkitkan pariwisata dengan cara apapun dalam cara yang positif,” katanya.

“Jadi yang kita butuhkan adalah edukasi. Dalam hal ini bagaimanapun juga kita berikan arahan positif supaya pengusaha jalan pengunjung tetep eksis dan masyarakat dapat menikmati kenyamanan,” harapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.