Survei: Gen Z dan Milenial Pilih Menginap di RedDoorz Ketimbang Tempat Lain
ihgma.com – RedDoorz, platform pemesanan dan manajemen hotel online terbesar di Asia Tenggara mengungkap tren akomodasi traveler sepanjang tahun 2022 lalu. Dalam survei beberapa waktu lalu, pihaknya mencatat bahwa Gen Z dan milenial lebih memilih menginap di RedDoorz ketimbang tipe penginapan lain.
Hal itu pun diungkapkan langsung oleh Head of Integrated Communications RedDoorz, Cut Nany Indriani, yang menyebut bahwa peminat RedDoorz kebanyakan datang dari usia 25-34 tahun.
“Secara general kita gemuknya di umur 20-35 tahun, Gen Z dan milenial. Properti kita ada 8 ya, termasuk Lavana dan KoolKost. Tapi memang gemuknya di situ (RedDoorz),” ujar Indriani, saat ditemui kumparan di The Acre, Kemang, Jakarta Pusat, Rabu (1/2).
melansir Kumparan dari RedDoorz, sebanyak 41 persen tamu RedDoorz berada di rentang usia 25-34 tahun. Di urutan kedua, datang dari usia 18-24 persen sebanyak 37 persen.

Foto: Dok. RedDoorz
Sedangkan, sisanya berada di rentang usia 35-44 tahun sebesar 13 persen, dan sisanya lagi di atas umur 45 tahun.
Hal itu juga sejalan dengan survei yang dilakukan Populix pada Q3 di 2022, yang menyebut bahwa RedDoorz menjadi salah satu brand yang cukup populer di kalangan traveler.
Regional VP Marketing of RedDoorz, Henry Manampiring, menjelaskan, berdasarkan survei tersebut, 92 persen traveler sudah familiar dengan RedDoorz, penginapan dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 160 ribu.
Tak heran jika dari delapan tipe penginapan yang ada di bawah RedDoorz grup, 75 persen pemesanan datang dari RedDoorz. Adapun, untuk kebiasaan traveler yang menginap di RedDoorz, sebagian besar dari mereka adalah para repeater atau orang yang datang kembali.
“70 persennya adalah user yang datang kembali. Sedangkan, 50 persen customer adalah power user atau yang lebih dari 4 kali, karena kebutuhan mereka,” ungkap Henry.

Kebiasaan dan Lama Menginap Pengunjung RedDoorz
Sementara itu, ada perbedaan yang cukup signifikan dengan kebiasan dan lama menginap tamu di RedDoorz. Kebanyakan mereka yang menginap datang karena berbagai alasan. Ada yang karena alasan bisnis, keinginan menikmati liburan atau staycation, hingga berlibur bareng keluarga.
“Kalau yang 20 sampai 30-an ini mereka keperluannya macem-macem ada yang bisnis trip, ada yang staycation, ada yang kayak nonton konser dan cuman berkunjung ke kota lain, dan begitu mereka menikah fokusnya ke family vacation. Jadi, ada journey, user atau pengguna kita,” ungkap Indriyani.
Soal lama menginap, pihaknya mengatakan bahwa kebanyakan dari mereka yang menginap di RedDoorz adalah orang yang menginap dalam waktu singkat alias short stay. Kebanyakan mereka yang menginap selalu ada di rentang di bawah tiga hari.
“Properti kita ada 8 ya, termasuk Lavana, juga ada Koolkost. Kecuali Koolkost itu fokusnya di short stay, under (di bawah) 3 days (3 hari). Kalau Koolkost itu, kan, kita kos-kosan, ya, itu baru long stay,” papar Indriyani.
Meski bergantung dengan properti yang dipilih, Indriyani memastikan bahwa 70-80 persen tamu di RedDoorz kebanyakan adalah mereka yang short stays atau menginap di bawah tiga hari.