Sensasi Buka Puasa di Resto Peninggalan Belanda Berusia 114 Tahun

0

ihgma.com – Berbuka puasa menjadi momen yang dinantikan di bulan Ramadan. Bicara soal buka puasa tak hanya kuliner menarik yang dicari, tapi juga tempat makan istimewa yang dituju. Surabaya menawarkan berbagai tempat menarik untuk berbuka puasa, misalnya di resto peninggalan Belanda.

Sensasi berbuka puasa di resto peninggalan Belanda berusia lebih dari seratus tahun ditawarkan Hotel Majapahit.

“Untuk buka puasa, kami menyediakan tempat di Balai Adika, karena memang tempatnya yang paling luas,” ujar Tenny Gustiva, Director of Sales & Marketing Hotel Majapahit Surabaya, kepada Basra, seperti dikutip dari Kumparan pada  Senin (25/3).

Balai Adika merupakan ballroom terbesar di Hotel Majapahit Surabaya, dengan arsitektural yang sangat klasik, para undangan bisa merasakan seperti berada kembali di era zaman Belanda.

Balai Adika yang dibangun tahun 1910. Foto: Masruroh/Basra
Balai Adika yang dibangun tahun 1910. Foto: Masruroh/Basra

Balai Adika ini dulunya merupakan lobi Hotel Oranje (nama Hotel Majapahit waktu pertama dibangun tahun 1910, tahun 1942 berganti nama Hotel Yamato). Di lobi lama ini terdapat beberapa interior antik yang sebagian masih terjaga keasliannya.

“Balai Adika ini dibangun tahun 1910, yang menjadi bagian dari hotel. Nah baru pada sekitar tahun 1930an, ada extension (perpanjangan) bangunan hotel ke depan seperti yang sekarang,” terang Tenny.

Untuk sajian berbuka puasa, akan dijumpai ragam kuliner khas dari beberapa negara di Asia. Misalnya sushi dari Jepang, toppoki khas Korea, Goong sarong dari Thailand, hingga shawarma khas Timur Tengah.

“Tema berbuka puasa kita Taste of Asia, jadi berbagai suguhan kuliner khas dari negara-negara di Asia,” ujar Arry Nugroho, Executive Chef Hotel Majapahit.

Dari Indonesia sendiri, salah satunya akan dijumpai kuliner empal gentong yang merupakan sajian khas Cirebon.

Leave A Reply

Your email address will not be published.