PHRI DIY: Kalau Harpitnas Libur, Hotel, Restoran, dan UMKM Hidup Semua

0

ihgma.com – Wacana meliburkan hari kejepit nasional (harpitnas) yang diusulkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) disambut baik oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY. Usulan tersebut dinilai akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo, mengatakan bahwa dijadikannya harpitnas sebagai hari libur akan mendorong jumlah orang yang berwisata. Dengan begitu, kota-kota yang bertumpu pada sektor pariwisata seperti Yogya harapannya bisa selamat dari ancaman krisis global yang akan terjadi tahun ini.

“Kalau benar harpitnas ini jadi hari libur, tentu akan semakin banyak orang yang berwisata, hari liburnya kan jadi lebih panjang,” kata Deddy Pranowo saat dihubungi seperti dilansir Kumparan, Jumat (20/1).

“Pada prinsipnya kami mendukung kebijakan Mas Menteri itu,” lanjutnya.

Taman Sari, Yogyakarta(Shutterstock/Nuttaphong Kanchanachaya )
Taman Sari, Yogyakarta(Shutterstock/Nuttaphong Kanchanachaya )

Jika semakin banyak orang yang berlibur, maka perputaran uang juga akan semakin besar. Kondisi itu menurut dia akan membantu sektor-sektor bisnis di bidang wisata untuk tumbuh di tengah situasi yang belum pasti seperti sekarang.

“Dengan adanya putaran uang, maka kita akan selamat dari krisis global,” kata dia.

Lini bisnis yang akan tumbuh juga banyak, mulai dari destinasi wisata, hotel, restoran, hingga UMKM yang bergerak di sektor pariwisata. Karena itu, inovasi-inovasi seperti yang diusulkan oleh Sandiaga Uno menurut dia perlu banyak dilakukan.

“Kalau mau lolos dari ancaman krisis global, kita harus berani melakukan inovasi-inovasi yang tepat,” ujarnya.

Libur panjang menurut Deddy telah terbukti memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata. Misalnya dengan adanya penetapan cuti bersama Imlek yang sampai saat ini manfaatnya sudah mulai dirasakan oleh pelaku usaha di sektor wisata.

“Sampai sekarang tingkat reservasi hotel sudah hampir 90 persen, diprediksi akan terus naik sampai libur Imlek besok. Kalau enggak ada cuti bersama, enggak akan setinggi itu,” tegas Deddy Pranowo.

Leave A Reply

Your email address will not be published.