Pesta Kembang Api Akan Ditindak, Kegiatan Tahun Baru di Kuta Dibatasi Pukul 23.00 Wita

0

ihgma.com, Denpasar  –  Untuk mencegah ataupun mengantisipasi adanya kerumunan dan pesta kembang api di malam pergantian tahun 2021 ke 2022, obyek wisata di kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali akan disterilkan sejak pukul 23.00 Wita pada 31 Desember 2021.

Menurut Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, langkah itu untuk memastikan bahwa pengamanan dan pencegahan penularan Covid-19 di tengah situasi pandemi berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Adapun aturan yang dimaksud Jansen, yakni Intruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali.

“Tidak boleh ada keramaian dan kerumunan perayaan. Maksimal, jam 23.00 Wita, kawasan Kuta sudah klir. Tidak boleh ada lagi kegiatan. Kalau membandel akan ditindak,” ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Rabu 29 Desember 2021, dalam konferensi pers akhir tahun 2021 di Denpasar.

Polresta Denpasar juga mengingatkan pengunjung Pantai Kuta untuk tidak membawa kembang api ataupun sejenisnya.Bahkan, pedagang juga dilarang menjual kembang api dan semacamnya agar situasi di kawasan tetap kondusif dan tidak menciptakan kerumunan.

“Kalau nanti kita temukan, kita akan lakukan proses hukum, karena memang sudah dilarang dan tidak boleh ada petasan,” tegasnya.

Jansen bahkan menegaskan jika nanti ditemukan atau masih ada yang membandel dan sengaja melakukan pesta kembang api ataupun sejenisnya sehingga menimbulkan kerumunan, pelaku akan ditindak dan diberikan sanksi.

“Sesuai peraturan daerah dan desa adat juga ada pidana jika terbukti sengaja menimbulkan kekacauan dan kegaduhan termasuk petasan tadi. Sebab, ada pelanggaran,” tambahnya.

Kapolresta bahkan memastikan, larangan tersebut tidak hanya berlaku di kawasan Pantai Kuta tetapi di seluruh wilayah hukum Polresta Denpasar. Saat pergantian tahun menuju 2022, jalan di sepanjang Pantai Kuta juga akan ditutup dari lalu lintas kendaraan bermotor.

Pengunjung yang akan merayakan pergantian tahun di Pantai Kuta dipastikan hanya boleh masuk dengan berjalan kaki sebagaimana halnya pada kondisi pergantian tahun sebelumnya.

“Kita berkoordinasi dengan desa adat untuk melakukan penyekatan, termasuk juga di kantong parkir. Kita koordinasikan lintasan kendaraan untuk ditutup. Tidak dilarang ke sana tapi kita batasi. Ini untuk mengurangi jumlah kerumunan ataupun yang sejenisnya,” terang Jansen.

Untuk pengamanan, pihak Polresta Denpasar telah menyiapkan setidaknya 1.146 personel yang dibantu oleh instansi-instansi pemangku kepentingan (stakeholder) lain seperti TNI dan unsur pemerintah lainnya.

“Pastinya di seluruh obyek wisata yang ada di wilayah Polresta Denpasar tidak boleh ada keramaian atau kerumunan. Larangan ini sudah sesuai dengan aturan dan intruksi yang ada. Untuk pengamanan, kita di-backup juga oleh Polda Bali, ada 1.146 personel yang kita turunkan agar semua berjalan dengan tertib,” tandas Jansen.

12 Ribu Personel

Secara keseluruhan di wilayah provinsi, Polda Bali pun menyiapkan sejumlah skema untuk menghadapi malam pergantian tahun di lokasi-lokasi yang diprediksi bakal dipadati masyarakat. Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali, Brigjen Pol I Ketut Suardana, menyebutkan juga bahwa rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di kawasan Pantai Kuta pada hari pergantian tahun.

“Nanti ada rekayasa lalu lintas yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Bali yang berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan,” kata Suardana dalam rilis akhir tahun di Mapolda Bali, Rabu 29 Desember 2021.

“Hal ini untuk memudahkan dan melancarkan proses perjalanan transportasi baik barang, orang, dan kendaraan agar bisa lancar, khusus di Kuta, yang nanti diprediksi padat pengunjung,” jelas dia.

Di samping itu, di malam pergantian tahun, Polda Bali juga melaksanakan beberapa penebalan personel di pintu-pintu masuk Bali serta beberapa tempat wisata lainnya untuk melaksanakan pengamanan. Menurut Brigjen Pol Suardana, Polda telah menyiagakan sebanyak 12 ribu personel yang ditempatkan secara tersebar di sejumlah pos pengamanan di wilayah Bali.

“Menjelang Tahun Baru, kami laksanakan Operasi Lilin Agung, Operasi Aman Nusa dan penebalan pengamanan di beberapa tempat wisata seperti Sanur, Kuta, Ubud. Untuk pelaksanaan pengamanan semua kita gerakkan dari timur sampai barat, dari Padang Bai hingga Gilimanuk,” paparnya.

“Sifatnya kolaborasi, Polri, TNI dan pemerintah daerah dilibatkan untuk pengamanan Tahun Baru. Prokes kita jaga, dan penegakan yustisi dilakukan secara humanis. Diharapkan malam pergantian tahun berjalan aman, lancar, tertib dan kondusif. Masyarakat bisa menikmati pergantian tahun dengan baik,” imbuh Wakapolda.

Sementara itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung memprediksi bahwa Kamis 30 Desember 2021 adalah puncak kedatangan wisatawan ke Bali. Menjelang Natal jumlah kunjungan tercatat mencapai 11 ribu setiap hari. Namun jelang pergantian tahun ini, jumlah kunjungan diprediksi mencapai 15 ribu per hari.

“Kita prediksi besok (hari ini, red) adalah puncak kunjungan wisatawan. Bahkan kami prediksi mencapai 15 ribu dari 11 ribu per hari sebelumnya,” ujar Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Rai Suryawijaya, Rabu 29 Desember 2021.

Ia menduga, wisatawan yang ingin menikmati liburan saat pergantian tahun, paling tidak menghabiskan tiga hari, yakni dari tanggal 31 Desember hingga 1 Januari. Bahkan jika wisatawan ingin menikmati destinasi wisata, maka mereka akan mengambil liburan lebih dari tiga hari, dan banyak yang memberikan diskon atau paket-paket tertentu,” ucapnya.

Saat ini okupansi hotel regional masih di angka 50 persen. Ia berharap, okupansi akan meningkat saat akhir tahun, dan mencapai mencapai 65 persen.

”Sampai akhir tahun kita prediksi okupansi rata-rata hotel mencapai 65 persen, mengingat banyak juga wisatawan yang datang melalui jalur darat,” katanya

Kata Suryawijaya, 15 ribu itu hanya hitungan kedatangan melalui Bandara Gusti Ngurah Rai. Belum menghitung wisatawan yang masuk Bali menggunakan jalur darat melalui Gilimanuk.

“Kita sangat berharap adanya peningkatan kunjungan. Hal itu untuk memulihkan perekonomian di Bali, meski hanya wisatawan domestik,” tegasnya.

Waspadai Penumpukan Arus Keluar Bali

Arus kedatangan tamu atau wisatawan domestik (wisdom) ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat mulai konstan pada rata-rata angka 10 hingga 11 ribu hingga Rabu 29 Desember 2021. Itu adalah catatan sejak 20 Desember 2021 atau selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Karena diprediksi tidak ada lagi lonjakan arus masuk wisdom dari pintu barat Bali, maka Polda Bali dan jajarannya kini mulai fokus untuk mewaspadai arus balik wisdom yang keluar dari Bali.

Seperti dilansir Bali Tribun, “yang kini menjadi fokus kami atau prediksi arus puncak bukan saat wisatawan masuk. Malah saat arus balik itu,” ucap Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, saat mengunjungi Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Rabu 29 Desember 2021 siang.

Kunjungan Kapolda dan jajaran ini untuk melakukan pemantauan langsung aktivitas Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) melalui pintu masuk Pulau Bali bagian barat. Dikatakannya, ada 22 pos yang didirikan oleh kepolisian untuk mengantisipasi kemungkinan penumpukan kendaraan dan orang di awal tahun 2022.

Kapolda Jayan Danu memperkirakan, arus balik malah akan berpotensi terjadinya penumpukan. Sebab, orang akan berbondong-bondong meninggalkan Bali pada 1 Januari 2022 hingga beberapa hari setelahnya.Karena itu, lanjut Kapolda, pihaknya tengah fokus pada arus balik itu, karena angka arus masuk Bali sudah konstan.

“Dibanding tahun lalu saja, pada 2021 ini jumlah orang datang (ke Bali) menurun. Di 2020-2021 ada sekitar 12 ribu orang setiap hari masuk ke Bali. Kini, dari data pihak ASDP hanya sekitar 11 ribu. Karena itu, sekarang arus balik menjadi fokus kami,” beber Kapolda.

Kapolda juga mengatakan bahwa pemeriksaan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN), baik itu terkait keterangan vaksinasi dan hasil rapid test antigen, berjalan sesuai ketentuan.

Menurut Kapolda, sejauh ini tidak ada kendala terhadap kegiatan warga yang masuk ke Bali selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta selama berlangsungnya pemeriksaan.

Polda melakukan penebalan keamanan di Pos II atau pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk. Terpantau ada pemeriksaan secara rinci baik terhadap orang, barang dan kendaraan, sehingga ada deteksi dini terhadap kemungkinan potensi ancaman bagi Bali.

“Sejauh ini cukup aman, tidak ada kendala apapun. Kami melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa penanganan Covid-19 berjalan dengan baik,” ucapnya.

“Baik orang maupun barang kami periksa dengan terperinci bersama dengan TNI dan ASDP dan aparat lainnya,” imbuh Kapolda.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.