Penerbangan Charter China ke Bali Dinilai Dapat Tingkatkan Pergerakan Ekonomi
ihgma.com – Usai China membuka border Internasional pada 8 Januari 2023 lalu, Bali akan kedatangan penerbangan charter dari Shenzhen, China.
Penerbangan tersebut dikatakan akan memboyong 210 penumpang dan tiba pada 22 Januari 2023 mendatang.
Berdasarkan pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun beberapa waktu lalu, sebanyak 210 penumpang itu akan menginap selama 6 hari di Bali.
Menanggapi open border Tiongkok ini, Director Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira mengatakan, ini merupakan momentum yang cukup positif bagi pergerakan ekonomi Bali.
Apalagi, jika nantinya wisatawan Tiongkok akan secara reguler datang ke Bali. Dampak positif akan diterima Bali.
Okupansi hotel akan meningkat.
Jasa pariwisata termasuk hotel, restoran, kafe juga toko-toko souvenir, guide atau pemandu wisata akan kebagian pendapatan yang lebih meningkat dibandingkan momentum Imlek di 2020 sampai dengan 2022.
“Kebijakan pembukaan pintu atau relaksasi pasca zero Covid-19 policy di Tiongkok ini bertepatan dengan momentum liburan Imlek. Imlek sebelum pandemi, di momentum yang berkaitan dengan Imlek, ada 200 ribu wisatawan dari China yang datang. Terutama salah satunya ke pintu masuk utama di Bali,” jelasnya pada seperti dilansir Tribun Bali, Sabtu 21 Januari 2022.
Ia menilai, hal ini harus diantisipasi oleh para pelaku pariwisata untuk menyiapkan berbagai kebutuhan dari para wisatawan.
Misalnya, untuk mulai membenahi atau melakukan perawatan terhadap fasilitas-fasilitas hotel atau tempat wisata.
“Selama tiga tahun terakhir banyak hotel yang sepi, mungkin butuh biaya untuk maintenance, kemudian membutuhkan banyak juga perbaikan-perbaikan. Penambahan karyawan juga untuk mengantisipasi,” jelasnya.
Sementara dari segi Pemerintah Daerah, ia menyarankan, agar bekerja sama untuk memperbanyak event-event yang berkaitan dengan seni budaya di destinasi wisata utama.
Sehingga momentum masuknya wisatawan dari Tiongkok ini bisa mendorong ekonomi tumbuh lebih positif.
“Jadi diperkirakan memang Bali adalah salah satu daerah yang nantinya pertumbuhan ekonominya akan tinggi karena rebound di sektor pariwisata,” tambahnya.
Selain adanya penerbangan charter dari Tiongkok pada 22 Januari mendatang, disebutkan juga Bali akan menerima 13 tambahan penerbangan langsung atau direct flight hingga Maret mendatang.
Sebagai informasi, hingga kini sebanyak 28 maskapai internasional yang beroperasi. Meliputi Airasia Berhad, Cebu Pacific, Citilink Indonesia, Emirates, Garuda Indonesia, Indonesia Airasia, Jetstar Airways, Jetstar Asia Airways, KLM Royal Dutch, Korean Air, Malaysia Airlines, Malindo Air atau Batik Air Malaysia, Philippine Airlines, Qantas Airways, Qatar Airways, Scoot Tigerair, Singapore Airlines, Thai Airasia, Thai Airways, Turkish Airlines, Vietjet Air, Virgin Australia, Philippines Air Asia, China Airlines, Eva Air, Air Asia X, Cathay Pasific dan Batik Air (Indonesia).
Sementara terkait rute yang dilayani Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, ada sebanyak 23 rute internasional. Diantaranya, ke Perth, Sydney, Melbourne, Brisbane, Darwin, Adelaide, Cairns, Dilli Timor Leste, Singapore, Kuala Lumpur, Manila, Suvarnabhumi (Bangkok), Don Muang (Bangkok), Hon Chi Minh (Vietnam), Hanoi (Vietnam), Taipei (Taiwan), Narita (Jepang), Incheon (Korea Selatan), Dubai (UEA), Doha (Qatar), Istanbul (Turki), Penang (Malaysia) dan Hongkong.