Pastikan VoA Berjalan Baik, Kemenko Marves dan Parekraf Pantau Bandara Ngurah Rai Bali

0

ihgma.com, Denpasar – Tim dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI memantau pelaksanaan kebijakan bebas karantina dan Visa on Arrival (VoA) dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari 23 negara yang mulai diberlakukan Senin 7 Maret 2022.

Rombongan tim pemantau dipimpin oleh Staf Khusus Bidang Hubungan Internasional dan Perjanjian Internasional Kemenko Marves Firman Hidayat. Sedangkan dari Kemenparekraf turut serta Deputi Bidang Kebijakan Strategis Nia Niscaya dan Staf Ahli Menteri Bidang Birokrasi dan Regulasi Kurlina Ukar.

Monitoring yang dilakukan, Rabu 9 Maret 2022, diawali dengan memantau alur kedatangan PPLN di Bandara Internasional Ngurah Rai. Selanjutnya, tim mengadakan rapat koordinasi di ruang pertemuan Pusdalops BPBD Provinsi Bali.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Kalaksa BPBD yang juga selaku Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali I Made Rentin menghadirkan pimpinan lembaga terkait antara lain Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Kadis Pariwisata Tjok Bagus Pemayun, Plt Dirut RS Bali Mandara dr Ketut Suarjaya serta perwakilan dari penyedia layanan transfortasi bagi PPLN dan Dirut RS Bali Jimbaran.

Stafsus Menko Marves Firman Hidayat menyampaikan, monitoring ini untuk memastikan kebijakan bebas karantina dan VoA terlaksana dengan baik sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan serta tetap bisa memberi kenyamanan bagi PPLN.

Menurutnya hal ini penting diperhatikan agar tujuan pemberlakuan dua kebijakan ini yaitu untuk pemulihan pariwisata Bali dapat tercapai. Namun demikian, pihaknya berharap agar mekanisme yang dibutuhkan untuk mencegah penularan Covid-19 tetap harus optimal dilaksanakan semua pihak.

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Nia Niscaya sangat mengharapkan dukungan dari seluruh komponen agar PPLN mendapat kenyamanan saat mengikuti alur di pintu kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai.

Untuk itu, ia ingin mendengar kesiapan dari berbagai komponen terkait dengan pemberlakuan bebas karantina dan VoA bagi PPLN dari 23 negara ini.

Menanggapi hal tersebut, Kalaksa BPBD Bali Made Rentin menegaskan, Pemprov Bali berkomitmen mengawal kepercayaan dari pusat melalui dua kebijakan khusus untuk pintu masuk Bali yaitu bebas karantina dan pemberlakuan VoA. Rentin yang saat ini menjabat Plt Kadis Kesehatan Provinsi Bali menyebut, keputusan ini keluar setelah melalui proses yang panjang.

“Ini sudah berproses, bukan keputusan yang tiba-tiba seperti jatuh dari langit,” ucapnya.

Dalam mengawal kebijakan ini, salah satu yang mendapat atensi serius Gubernur Bali Wayan Koster adalah percepatan vaksinasi Covid-19 tahap ke-3 (booster) yang diharapkan segera mencapai target 30 persen.

“Ini mendapat perhatian serius dari Bapak Gubernur. Selain langsung turun memantau, beliau juga intens mengikuti progres capaian setiap hari,” imbuhnya sembari menyampaikan, capaian vaksinasi booster telah mencapai 25,21 persen seperti dilansir Tribun Bali.

Ia optimistis, target 30 persen akan tercapai dalam waktu dekat. Selain percepatan vaksinasi booster, pihaknya juga menaruh perhatian terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan manajemen kedatangan PPLN seperti kesiapan laboratorium, menajemen transfortasi dari bandara ke hotel hingga ketercukupan hotel yang telah bersertifikat CHSE.

Ditambahkan olehnya, jumlah akomodasi bersertifikat CHSE yang ditetapkan sebanyak 1.384, dengan perincian 724 hotel berbintang dan 660 pondok wisata. Sementara itu, penumpang tujuan Pelabuhan Padang Bai, Karangasem menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, menyambut baik kebijakan pemerintah tentang ketentuan PPDN di masa paandemi Covid-19.

Safwan, penumpang asal Lombok, mengatakan, kebijakan ini sangat baik, apalagi menjelang Lebaran banyak yang melakukan perjalanan. Masyarakat berharap kebijakan tak berubah.

“Kebijakan ini sudah berlaku 8 Maret pukul 00.00 wita. Dapat sambutan baik dari penumpang yang akan menyeberang ke Pelabunan Lembar. Rata-rata yang menyeberang yakni kendaraan pengangkut logistik dan mobil pribadi,” kata Koordinator Satuan Pelayanan BPTD Wilayah XII Bali, I Nyoman Agus Sugiarta.

Sementara itu, nasib klinik Rapid tes di Jembrana berada di ujung tanduk, dengan terbitnya SE No 11 tahun 2022 oleh Satgas Covid-19 Pusat. Terbukti, bahwa dalam dua hari terbit, sudah 90 persen penurunan PPDN (Pelaku Perjalanan Dalam Negeri).

Salah satu pengelola klinik di Gilimanuk Sriyani mengatakan hal tersebut, Rabu. Sriyani mengaku, awalnya dalam sehari kliniknya mampu untuk melayani tes antigen sekitar 200-an orang PPDN. Namun, dalam dua hari terakhir hanya sekitar 15 orang yang memakai jasa rapid tes antigen miliknya.

Dengan demikian, diakuinya sudah ada penurunan hingga 90 persen dari biasanya gerainya dibuka selama 24 jam tersebut. Ia menegaskan, bahwa untuk saat ini kliniknya hanya bisa bertahan dengan jalan keluar memberhentikan karyawan. Karena, ketika tetap mempekerjakan maka tidak menutupi kebutuhan operasional dan gaji karyawan. Jadi sebagian karyawan saat ini diberhentikan.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.