Otoritas Pariwisata Thailand Usul Wisman Diberi Kupon Belanja

0

ihgma.com – OPERATOR pariwisata Thailand mengusulkan insentif berupa kupon tunai bagi wisatawan mancanegara atau wisman. Kupon itu dinilai perlu untuk menstimulasi sektor pariwisata Thailand yang saat ini lesu karena faktor internal dan persaingan regional.

Ratchaporn Poolsawadee, Wakil Presiden Dewan Pariwisata Thailand, mengatakan bahwa langkah-langkah atau insentif ini dapat membantu negara tersebut bersaing dengan negara-negara pesaing lain di Asia. Kupon ini nantinya dapat digunakan wisatawan asing di toko mana pun, yang akan mendistribusikan pendapatan kepada masyarakat lokal, kata dia seperti dilansir Tempo dari Bangkok Post

Skema serupa pernah diterapkan Taiwan pada 2023. Saat itu Taiwan menawarkan voucher senilai sekitar US$165 atau sekitar Rp 2,7 juta kepada sekitar 500.000 wisatawan mancanegara untuk mendukung pemulihan pariwisata pascapandemi.

Poolsawadee mengatakan bahwa kekhawatiran tentang ketidakstabilan ekonomi global tetap ada meskipun prospek musim puncak liburan mendatang di Thailand diprediksi positif. Sebab, dampak tarif baru AS dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung dapat membebani pariwisata Thailand di tahun mendatang.

Hotel Turunkan Tarif

Akibat menurunnya jumlah wisatawan asing, terutama dari Cina dan pasar utama lainnya, hotel-hotel mengalami penurunan tingkat okupansi. Operator hotel memilih untuk menurunkan tarif kamar agar tingkat hunian keseluruhan akan tetap stabil atau penurunannya hanya sedikit tahun ini.

Thailand mencatat 22,39 juta kedatangan wisatawan mancanegara dari 1 Januari hingga 7 September, turun 7,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, negara tetangganya, Vietnam bersama dengan Jepang mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara tercepat di dunia pada paruh pertama tahun 2025, keduanya sebesar 21 persen.

Industry Spotlight dari Tris Rating, lembaga pemeringkat kredit, memproyeksikan total kedatangan wisatawan mancanegara sebesar 33,1 juta tahun ini, turun 5,6 persen dari 35,5 juta pada 2024. Proyeksi ini mencerminkan perlambatan dari beberapa pasar Asia yang secara tradisional kuat, termasuk Cina, Malaysia, dan Korea Selatan, yang biasanya menjadi basis wisatawan Thailand.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.