Okupansi Hotel Meningkat Jelang MotoGP Mandalika 2025
ihgma.com, Mataram – Menjelang perhelatan MotoGP 2025 yang akan berlangsung 3–5 Oktober di Sirkuit Mandalika, tingkat okupansi hotel di sejumlah kawasan wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menyebutkan okupansi di kawasan Mandalika telah mencapai 90 persen.
Sementara itu, kawasan penyangga seperti Mataram dan Senggigi berada pada kisaran 50–60 persen. Adapun kawasan Gili tercatat penuh lantaran bertepatan dengan musim kunjungan wisatawan (high season).
“Alhamdulillah, hasil pemantauan menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Di Mandalika sendiri sudah 90 persen, Mataram dan Senggigi 50–60 persen, sedangkan Gili sudah penuh. Semua berjalan normal,” ujarnya, seperti dikutip dari RRI pada Senin (22/9/2025).
Aulia menegaskan, sejauh ini tidak ada keluhan maupun kekhawatiran dari tamu terkait ketersediaan akomodasi. Pasalnya, Mandalika menjadi pusat utama akomodasi bagi kru, pembalap, dan penyelenggara ajang balap motor bergengsi tersebut.
Kesadaran pelaku usaha, lanjutnya, juga mulai tumbuh dalam menjaga citra pariwisata daerah dengan tidak menaikkan harga secara berlebihan. Sistem pemesanan hotel pun sebagian besar dilakukan dengan pembayaran uang muka.
“Alhamdulillah semua normal, tidak ada kenaikan signifikan. Kami juga melakukan patroli daring melalui aplikasi penyedia akomodasi untuk memantau harga. Jika ada yang mematok tarif terlalu tinggi, kami langsung komunikasikan dengan pengelola,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata NTB, total jumlah kamar hotel yang tersedia di Lombok mencapai 13.039 unit. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menampung lonjakan wisatawan domestik maupun mancanegara selama gelaran MotoGP berlangsung.
Untuk mengoptimalkan kunjungan, Aulia berharap asosiasi, pelaku perhotelan, dan penggiat pariwisata memperkuat strategi promosi dengan berkolaborasi bersama Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).
“Kolaborasi sangat penting agar gaung MotoGP Mandalika bisa semakin luas, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar internasional,” tegasnya.