Okupansi Hotel di Jatim Turun Signifikan Akibat Demo, PHRI Harap Situasi Kembali Normal

0

ihgma.com, Surabaya – Aksi demonstrasi yang berujung pada kericuhan dan kerusuhan disebut berpengaruh terhadap tingkat okupansi hotel di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono menjelaskan, tingkat okupansi hotel di sejumlah wilayah yang menjadi titik aksi demonstrasi massa, seperti Surabaya, Malang, dan Kediri, mengalami penurunan hingga mencapai 20%.

“Ada penurunan okupansi kamar hotel rata-rata 48-50% itu, sekarang jadi 30%. Penurunan okupansi terdiri dari yang sudah check out, mempercepat check out dan membatalkan kunjungan,” ungkap Dwi Cahyono seperti dikutip dari berita Bisnis, Senin (1/9/2025).

Dwi juga menjelaskan, gelombang penurunan okupansi kamar hotel tersebut disebutnya mulai terjadi pada Jumat (30/8/2025) malam. Fenomena tersebut, lanjut Dwi, terjadi di hotel yang berada di pusat Kota Surabaya.

“Mulai sebelum peristiwa kemarin, justru besarnya kemarin, puncaknya malam kemarin itu. Paginya banyak yang juga check out harusnya masih dua hari lagi, tapi langsung check out,” bebernya.

Dirinya pun berharap situasi akan segera mereda dan kondusif agar tidak mematikan dunia usaha perhotelan di Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Himpunan Humas Hotel (H3) Surabaya Kus Andi membenarkan bahwa terdapat hotel di kawasan pusat Kota Surabaya yang menerima permintaan penjadwalan ulang dari pelanggan akibat peristiwa kerusuhan yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

“Berdasarkan data yang masuk ke kami, okupansi masih berjalan seperti biasa. Namun, ada temuan yang lain yaitu permintaan reschedule, masing-masing 5 tamu yang menginap di Midtown Hotel Surabaya dan Crown Prince Hotel Surabaya,” paparnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.