MNC Tourism (KPIG) Bukukan Laba Rp612,07 Miliar Kuartal III/2025, Naik 10,71%
ihgma.com, Jakarta – Emiten milik taipan Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Tourism Indonesia Tbk. (KPIG) membukukan kinerja yang solid sepanjang 9 bulan 2025. Laba bersih yang mampu dibukukan KPIG bertumbuh dan tercatat senilai Rp612,07 miliar pada periode yang berakhir September 2025.
Melansir laporan keuangan, KPIG membukukan pendapatan senilai Rp2,08 triliun pada periode Januari–September 2025. Torehan pendapatan KPIG bertumbuh 66,11% year-on-year (YoY) dibandingkan posisi Rp1,25 triliun pada periode yang sama 2024.
Pertumbuhan pendapatan KPIG terutama disebabkan oleh segmen bisnis hotel, resort, dan gold yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 13,02% YoY menjadi Rp778,43 miliar per September 2025, dari posisi Rp688,72 miliar pada periode yang sama 2024.
Begitu juga pada segmen apartemen dan properti, yang mencatatkan kenaikan hingga 2.017,14% YoY menjadi Rp614,90 miliar pada periode Januari–September 2025, dari posisi Rp29,04 miliar pada periode yang sama 2024. Segmen manajemen properti dan jasa juga turut bertumbuh 45,54% YoY ke Rp612,45 miliar per September 2025.
Hanya segmen penyewaan ruang perkantoran yang susut 31,86% YoY dari posisi Rp116,79 miliar per September 2024, menjadi Rp79,57 miliar pada periode Januari–September 2025.
Sejalan dengan meningkatnya pendapatan KPIG, perseroan juga membukukan beban pokok pendapatan yang membengkak 30,28% YoY dari posisi Rp815,12 miliar pada periode tahun lalu, menjadi Rp1,06 triliun pada periode yang berakhir September 2025.
Meskipun begitu, laba bruto yang mampu dibukukan perseroan masih bertumbuh 132,46% YoY menjadi Rp1,02 triliun hingga September 2025. Posisi laba bruto KPIG bertumbuh dari Rp440,23 miliar pada periode yang sama 2024.
Namun, sejumlah beban memperkecil lesatan laba KPIG. Pada beban penjualan misalnya, membengkak dari posisi Rp42,17 miliar pada periode yang berakhir September 2024, menjadi Rp50,80 miliar pada periode yang sama 2025.
Begitu juga selisih kurs, yang pada 2024 tercatat mengalami keuntungan, kini KPIG mencatat kerugian akibat selisih kurs senilai Rp20,02 miliar. Pendapatan lain-lain KPIG juga menyusut dari posisi Rp605,92 miliar pada periode Januari–September 2024, menjadi Rp46,21 miliar pada periode yang sama 2024.
Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak lainnya, KPIG mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih yang bertumbuh 10,71% YoY menjadi Rp612,07 miliar hingga kuartal III/2025. Laba bersih KPIG tumbuh dari posisi Rp552,82 miliar pada periode yang sama 2024.
Dari sisi neraca, KPIG membukukan total aset yang susut tipis menjadi Rp35,75 triliun per September 2025, dari Rp35,82 triliun pada Desember 2024. Susutnya total aset KPIG terutama disebabkan oleh menyusutnya aset lancar perseroan menjadi Rp3,53 triliun per September 2025.
Sementara itu, KPIG membukukan liabilitas yang meningkat menjadi Rp7,30 triliun per September 2025, dari posisi Rp7,31 triliun pada Desember 2024. Meningkatnya liabilitas KPIG disebabkan oleh total liabilitas jangka panjang yang membengkak menjadi Rp3,83 triliun pada September 2025, yang disebabkan, salah satunya oleh membengkaknya utang bank menjadi Rp3,41 triliun per September 2025.
Di sisi lain, ekuitas KPIG turut menyusut menjadi Rp28,45 triliun per September 2025, dari posisi Rp28,51 triliun pada Desember 2024.
Ke depan, manajemen KPIG menerangkan, perseroan akan memprioritaskan sejumlah proyek unggulan di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. Beberapa proyek tersebut antara lain Trump International Golf Club Lido, Trump Residences, Trump Clubhouse, Trump Private Clubhouses, Amusement Park Lido, hingga Hyatt Regency Lido Resort. Sebagian besar proyek tersebut diprediksi mampu beroperasi pada awal 2026.
“MNC Tourism terus memprioritaskan proyek-proyek unggulan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata MNC Lido City, yang mencakup 1.040 ha lahan dari total lahan 3.000 ha di Bogor, Jawa Barat,” tegas manajemen dalam rilisnya, seperti dikutip dari berita Bisnis pada Senin (3/11/2025).