Menginap di Hotel Bintang 5 Sambil Menikmati 3 Aktivitas Budaya Khas Yogyakarta
ihgma.com, Yogyakarta – Pengalaman berwisata budaya di Yogyakarta bahkan bisa dimulai dari hotel. Salah satunya, ada Royal Ambarrukmo Hotel yang memadukan kemegahan warisan kultur Jawa dengan fasilitas modern.
Akomodasi ini berdiri di atas lahan bersejarah yang dulunya merupakan bagian dari kompleks Pesanggrahan Kedhaton Ambarrukmo. Hingga kini, area heritage hotel ini tetap mempertahankan sejumlah bangunan asli, seperti Pendopo Agung, Ndalem Ageng, serta area taman nan asri.
Nilai-nilai sejarah ini terus dihidupkan melalui beragam aktivitas budaya yang ditawarkan pada para tamu. Di antaranya, ada ritual teh Patehan, kelas tari klasik, pertunjukan musik tradisional harian, serta santapan kerajaan bertajuk “Ladosan Dhahar (Rijsttafel)” yang disajikan di area heritage.
Menyeimbangkan pelestarian budaya, termasuk bangunan hotel yang termasuk situs cagar budaya, dengan bisnis akomodasi, General Manager Royal Ambarrukmo, I Gede Sujana, mengatakan pada rombongan media trip Traveloka di Yogyakarta, seperti dikutip dari Liputan6 pada Rabu, 13 Agustus 2025, “Memang harus benar-benar committed dan mengedukasi semua.”

3 Aktivitas Budaya Favorit
“Utamanya,” kata Sujana. “Tentu staf kami agar memahami betul budaya keraton, budaya Jawa, dan budaya Yogyakarta biar sama-sama berangkat dengan visi yang sama. Dengan banyaknya aktivitas kultural yang kami tawarkan, tamu tidak hanya mendapat pengalaman menginap, namun juga menikmati tradisi (lokal secara) autentik.”
Ketika ditanya tiga aktivitas budaya favorit tamu hotel, baik lokal maupun mancanegara, ia menjawab, “Ladosan, Patehan, dan Jemparingan.” Ladosan, seperti telah disinggung di atas, merupakan tradisi jamuan makan ala bangsawan Keraton Yogyakarta.
Aktivitas ini menawarkan pengalaman autentik dengan hidangan disajikan satu per satu secara klasik, mencerminkan cara abdi dalem melayani raja dan para bangsawan. Kemudian, patehan, yakni upacara minum teh kerajaan yang disajikan dengan prosesi khusus dan dilengkapi hidangan ringan tradisional yang sederhana, namun bermakna.

Berbagai Fasilitas
Lalu, jemparingan adalah olahraga panahan tradisional. Ini dijelaskan sebagai salah satu “kegiatan kebugaran yang dipadukan dengan budaya tradisional” di Royal Ambarrukmo Hotel. “Kegiatan ini menciptakan harmoni antara tubuh, jiwa, pikiran, dan filosofi nilai-nilai budaya Jawa,” tulis pihaknya.
Di balik fasad historisnya, Royal Ambarrukmo Yogyakarta menghadirkan 247 kamar dengan tujuh tipe, yaitu Ambarrukmo Suite, Executive Suite, Junior Suite, Royal Premier, Studio Room, Premier Room, dan Deluxe Room. Fasilitasnya meliputi Royal Garden Spa, restoran dengan beragam pilihan kuliner, kolam renang berukuran olimpik, ballroom berkapasitas besar. ruang pertemuan, dan pusat kebugaran.
“Executive Suite, Junior Suite, Royal Premier, Studio Room, Premier Room, dan Deluxe Room yang semuanya sudah di-refurbish. Tang terakhir, yang masih berjalan, Executive Suite kami,” kata Sujana. “Kami juga sudah order pergantian seluruh karpet di koridor.”
Kemitraan Strategis
Di lantai delapan, sebut Sujana, terdapat Royal Club Lounge yang sudah renovasi jadi “sangat trendi sangat bagus.” “View-nya langsung ke Merapi, jadi tamu-tamu (kamar tertentu) bisa melihat pemandangan Merapi saat sarapan di lantai delapan dan menikmati evening cocktail.”
Kemitraan strategis dengan Traveloka, yang telah terjalin sejak 2015, turut memperkuat posisinya sebagai ikon perhotelan di Kota Budaya, dengan mencatat rata-rata peningkatan pemesanan sebesar 68 persen. Hotel ini juga telah diakui melalui penghargaan The Best Guest Experience in Cleanliness Prestige 2018 dari Traveloka dan Traveloka Hotel Appreciation 2023: Exceptional Guest Experience.
Co-founder Traveloka, Albert, mengatakan, Yogyakarta merupakan salah satu destinasi populer bagi wisatawan yang mengutamakan perjalanan autentik dan. Pihaknya telah menggelar kampanye Pesta Diskon 17-an dalam rangka HUT ke-80 RI untuk mengajak masyarakat mengeksplorasi budaya, kuliner lokal, dan destinasi-destinasi Nusantara.