Low Season, Okupansi Hotel di Karangasem 55 Persen

0

ihgma.com, Karangasem – Kondisi pariwisata di Bali Selatan yang disebut overtourism berbanding terbalik dengan tingkat hunian hotel di Karangasem yang terjun bebas.

Berdasarkan data PHRI Kabupaten Karangasem, okupansi hotel di Gumi Lahar Karangaem anjlok sejak pertengahan Agustus 2025. Padahal tingkat hunian hotel sempat dikisaran 80 persen, namun saat ini justru dikisaran 55 persen.

Ketua PHRI Kabupaten Karangasem I Wayan Kariasa saat dikonfirmasi RRI di Karangasem, Sabtu (30/8/2025) tidak menampik, tingkat hunian hotel di Karangasem anjlok.

Ia menjelaskan, pihaknya hingga saat ini masih menelusuri faktor penyebab anjloknya okupansi hotel di Tanah Aron. Kariasa mengungkapkan, wisatawan yang mengunjungi Karangasem biasanya berasal dari Eropa dan Australia yang cenderung menikmati suasana nyaman, panorama alam yang masih alami dan jauh dari kebisingan. Karena itu, wisatawan biasanya mencari private area untuk ketenangan.

“Belum ada peningkatan yang secara signifikan, masih di dalam angka yang segitu – segitu saja, belum mencapai secara rata – rata okupansi di atas 80 persen. Jadi okupansi kita khususnya di bulan Juli – Agustus ini kalau secara rata – rata masih di bawah 80 persen. Nmaun kalau kita tarik secara tahunannya Januari – Agustus ini masih jauh sekali tingkat huniannya belum mencapai 70 persen hanya sekitar 50 – 55 persen,” ungkap Kariasa seperti dikutip dari brita RRI.

Kariasa mengatakan, dengan kondisi okupansi hotel di Karangsem yang menurun, bisa membuktikan tidak semua destinasi wisata di Bali overtourism.

Ia mengungkapkan, Karangasem yang didukung 15 obyek wisata justru paceklik wisatawan terlebih saat periode di luar masa liburan. Kariasa mengaku, saat ini pelaku pariwisata Karangasem mengatur strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan saat periode low season ini.

“Kunjungan wisatawan ke Karangasem juga masih kecil. Pariwisata itu betul – betul harus dikonsep dengan baik untuk memberikan dukungan – dukungan di lapangan bagaimana kita bisa meningkatkan dari segi kualitas SDMnya, kualitas daripada kunjungan wisatawannya ini juga penting,” pungkasnya.

Berbeda dengan kondisi pariwisata di Bali Selatan, Karangasem menjadi salah satu daerah yang mengalami paceklik wisatawan. Berdasarkan catatan PHRI Karangasem, dari 10 hotel berbintang dan 707 hotel non bintang, okupansi hotel di Karangasem menunjukkan grafik menurun.

Terlebih saat periode di luar masa liburan, tingkat hunian hotel di Karangasem hanya 55 persen. Industri pariwisata di Karangasem juga didukung 15 objek wisata yang terdiri dari 4 objek wisata alam, 5 objek wisata tirta, 5 objek wisata budaya dan satu wisata agro.

Keberadaan destinasi wisata itu belum menjamin bisa meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara ke Kabupaten ujung timur Bali itu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.